Rabu, 14 Januari 2009

Batam Dalam Resa Dan Resam Melayu (1)

Abdul Malik
http://batampos.co.id/

Sejak kecil saya sudah diperkenalkan dengan saudara mara kami di Batam: dari Pulau Terung, Pulau Sarang, Kasu, Geranting, Jaluh, Belakang Padang, Nongsa, Batu Besar, dan lain-lain. Sekali-sekala, paling kurang setahun sekali, mereka datang bersilaturrahmi ke kampung di Karimun, begitu pula sebaliknya kami ke kampung mereka. Kami paling bahagia kalau mereka datang pada musim buah-buahan, khususnya saudara mara kami dari Pulau Terung, Pulau Sarang, dan Geranting karena mereka tak memiliki buah-buahan tahunan seperti di Karimun, khususnya di Lubukpuding, Pulau Buru, tempat kelahiran saya. Di kampung, sesuai dengan musimnya, mereka dapat menikmati buah-buahan tahunan seperti durian, manggis, langsat, tampoi, cempedak, dan kundang dengan sepuas-puasnya.

Buah-buahan tahunan bukanlah istimewa bagi kerabat kami dari Nongsa dan Batu Besar. Pasalnya, mereka pun memiliki kebun buah-buahan itu seperti halnya kami, kecuali buah kundang, seingat saya tak ada di Nongsa. Karena hubungan tali darah dan kekerabatan, pertemuan kami selalu diwarnai oleh nuansa kebahagiaan dan keceriaan yang tak semuanya dapat dilukiskan dengan kata-kata, tetapi lebih dirasakan di lubuk hati.

Dalam rasa kanak-kanak, saya paling gembira apabila Pakngah Seman (Usman) dan Makngah Leha (Zulaiha), sekadar menyebut dua nama, dan anak-anaknya datang ke kampung kami.

Pasalnya, sesuai dengan kebiasaannya, mereka akan membawakan kami buah tangan berupa sotong (cumi-cumi), ikan-ikan karang, dan kadang-kadang kima (Chama gigas). Sotong dari kawasan Batam itu besar-besar, jarang ada di perairan Karimun. Begitu pulalah ikan-ikan karang dan lebih-lebih kima (kerang besar), yang memang tak ada di perairan Karimun, sekurang-kurangnya sejak masa kecil saya. Rasa anugerah Allah dari sari-laut Batam itu lezat-lezat. “Pasti sedap punyalah!” kata kami. Begitu lahapnya kami menyantap makanan laut dari kawasan Batam itu, sebagaimana bersemangatnya sanak-keluarga kami menikmati buah-buahan tahunan.

Semua kekayaan laut itu memiliki harga jual yang tinggi di pasar Singapura, yang letaknya memang tak jauh dari Batam, hanya kira-kira 12,5 mil laut (20 km). Itulah sebabnya, menangkap hasil laut menjadi salah satu mata pencaharian utama penduduk Batam kala itu dan membuat mereka dapat hidup dengan sangat layak. Apalagi, mereka memiliki lahan kebun yang sangat luas.

Kali pertama sampai di kawasan Batam, saya sangat terpesona melihat banyaknya cahaya lampu petromak di sepanjang pantai pada malam hari. “Ada apakah gerangannya,” tanya saya dalam hati. Karena mengetahui keheranan saya itu, saudara saya menjelaskan bahwa itulah kegiatan orang-orang menangkap sotong dengan menggunakan sondong atau serampang, yang dilengkapi lampu petromak. Untuk memuaskan rasa ingin tahu, malam besoknya saya diajak oleh saudara saya untuk menyondong dan menyerampang sotong. Pantai pada malam-malam seperti itu laksana sedang berpesta, terang-benderang oleh cahaya lampu petromak. Itulah salah satu pengalaman manis saya ketika kali pertama menjejakkan kaki di Kepulauan Batam. Indah dan sungguh membahagiakan.

Batam lagi-lagi membuat saya kagum dalam kunjungan kekeluargaan itu. Betapa tidak? Ternyata, kaum perempuannya umumnya pantai berkayuh (berdayung) dan kuat-kuat pula sehingga tak terkesan rehet (cengeng). Tak ada pekerjaan, sama ada di laut atau di darat, yang tak dapat mereka lakukan. Mereka sangat mandiri. Menurut cerita orang tua-tua, kaum perempuan Karimun pun memiliki kemahiran itu, bahkan pandai bersilat, khasnya di Buru. Akan tetapi, sejak masa kanak-kanak, saya tak lagi dapat menyaksikan kelebihan itu pada kaum perempuan Karimun, kecuali yang pandai bersilat masih saya jumpai walaupun tak begitu banyak lagi. Itulah sebabnya, saya menjadi sangat kagum akan kemahiran kaum perempuan Batam kala itu. Kini saya sadar, begitu akrabnya orang Batam dengan lingkungannya.

Petang hari di Batam biasanya kami isi dengan berolahraga. Olahraga yang paling populer ialah sepak takraw, yang mengalahkan sepak bola walau orang Batam pun sebetulnya campen juga bermain bola kaki. Pemuda Batam umumnya sangat menyenangi olahraga yang menggabungkan antara tradisi dan seni itu. Tak heranlah apabila Batamlah yang pertama sekali menyumbangkan pemain takraw tingkat nasional dari Indonesia kawasan barat.

Para pemuda Batam yang telah mengharumkan nama Batam, Kepulauan Riau, Riau, dan Indonesia dalam keahliannya itu tercatatlah Musa, Harun, dan Abdul (Bedol), yang kebetulan semuanya dari Pulau Terung. Sesudahnya memang ada nama-nama lain, tetapi merekalah pendahulunya. Mereka menjadi idola anak-anak muda karena selalu tampil mewakili Riau dan Indonesia dalam pertandingan tingkat nasional dan internasional. Dari kaki dan kepala mereka, Kepulauan Riau dan Riau dikenal di tingkat nasional dalam olahraga sepak takraw, seterusnya mereka memopulerkan Indonesia di tingkat internasional, sekurang-kurang Asia.

Bang Musa, yang guru itu, kini menjadi kepala sekolah dasar (SD) di Batam. Bang Harun tak ada kabar beritanya saat ini, paling tidak, saya tak tahu lagi di mana dia berada. Abdul atau Bedol, sudah almarhum dalam usia yang sebetulnya masih dini. Kepergiannya menghadap Ilahi hanya diantarkan dengan prosesi biasa saja mengikuti cara orang kampung, malah terkesan amat sederhana, tanpa sedikit pun ada penghargaan bagi seorang olahragawan nasional yang pernah mengharumkan nama daerah dan bangsa. Sungguh suatu kenyataan yang amat memilukan.

Memang, olahraga menjadi perekat kami, keluarga besar Kepulauan Riau. Kunjung-mengunjung silih berganti kami lakukan sambil melakukan pertandingan olahraga. Kalau di darat ada sepak takraw, sepak bola, dan lain-lain; di pantai kami melakukan lumba kolek, lumba jung, lumba berenang, dan lumba menyelam. Dalam hal menyelam, para pemuda Batam sulit ditandingi.

Mereka memang ahlinya dalam bidang ini. Pertandingan olahraga memang hampir tak pernah luput dari setiap pertemuan kami, bahkan bersempena dengan menghadiri acara nikah-kawin dan Hari Raya pun, acara olahraga tetap dilakukan.

Malam-malam di Batam tempo dulu sering diisi dengan pertunjukan kesenian. Batam memang memiliki anekaragam kesenian tradisional: ada makyong, ada sandiwara bangsawan, ada musik tradisi, ada lagu-lagu tradisi, ada pantun dan syair, dan sebagainya. Semuanya menyiratkan kekayaan budaya Batam dan kebesaran tamadun sebagai bagian dari keranggian tamadun Melayu Kepulauan dan Selat Melaka.

Itulah sekadar senarai serba tak lengkap tentang pertemuan dan pergaulan saya dengan Batam dan masyarakatnya dengan latar masa lalu. Hari-hari kami isi dengan pelbagai aktivitas yang menjelmakan kecanggihan tamadun sehingga hidup dapat dinikmati secara selesa. Padahal, untuk melakukan kunjung-mengunjung itu, bukan tak banyak tantangan yang dihadapi, terutama tantangan alam. Dengan hanya menggunakan sampan layar, mulanya, sebagai alat transportasi kadang-kadang kami harus melawan terpaan badai, jirusan hujan, dan amukan gelombang.

Namun, semua itu taklah menjadi halangan karena badai dan ombak memang menjadi bagian dari hidup kami sehari-hari. Yang pasti, pertemuan dengan sanak-keluarga dan handai-taulan menjadikan hidup lebih bermakna.(bersambung)

Tidak ada komentar:

A Khoirul Anam A Qorib Hidayatullah A Rodhi Murtadho A. Yusrianto Elga A. Zakky Zulhazmi A.S. Laksana Aang Fatihul Islam Aba Mardjani Abd. Mun’im Abdul Aziz Rasjid Abdul Gaffar Ruskhan Abdul Hadi W. M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Malik Abdul Muis Abdul Wachid BS Abdullah Khusairi Abidah El Khalieqy Abimardha Kurniawan Abroorza A. Yusra Abu Salman Acep Iwan Saidi Achmad Farid Tuasikal Adek Alwi Adi Marsiela Adian Husaini Adib Muttaqin Asfar Adji Subela Afandi Sido Afriza Hanifa Afrizal Malna Ageng Wuri R. A. Ags. Arya Dipayana Aguk Irawan M.N. Agus B. Harianto Agus Bing Agus Noor Agus R. Sarjono Agus R. Subagyo Agus Sri Danardana Agus Sulton Agus Sunyoto Agus Wibowo Agus Wirawan Agusri Junaidi AH J Khuzaini Ahda Imran Ahid Hidayat Ahm Soleh Ahmad Asyhar Ahmad Farid Yahya Ahmad Fuadi Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Musthofa Haroen Ahmad Rofiq Ahmad Suhendra Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Aini Aviena Violeta Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Akhmad Sekhu Al Azhar Riau Al-Fairish Alex R. Nainggolan Alexander G.B. Alfian Zainal Aliansyah Alimuddin Almania Rohmah Alunk Estohank Amien Kamil Amien Wangsitalaja Anata Siregar Andi Sutisno Andy Riza Hidayat Anies Baswedan Anindita S Thayf Anis Ceha Anis Faridatur Rofiah Anjrah Lelono Broto Anna Subekti Anton Kurnia Ari Hidayat Ari Kristianawati Arie MP Tamba Arief Junianto Aris Kurniawan Arti Bumi Intaran Arul Arista AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Atiqurrahman Awalludin GD Mualif Ayu Purwaningsih Babe Derwan Bakdi Soemanto Balada Bale Aksara Bamby Cahyadi Bandung Mawardi Bayu Dwi Mardana Bellanissa Zoditama Beni Setia Benny Arnas Beno Siang Pamungkas Berita Berita Duka Bernando J. Sujibto Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Bokor Hutasuhut Brunel University London BSW Adjikoesoemo Budaya Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budiawan Dwi Santoso Bur Rasuanto Burhanuddin Bella Bustan Basir Maras Catatan Catullus CB. Ismulyadi Cerbung Cerita Rakyat Cerpen Chavchay Syaifullah Cikie Wahab Cunong Nunuk Suraja D Zawawi Imron Dad Murniah Dadang Ari Murtono Dahlia Rasyad Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Danarto Daniel Paranamesa Darju Prasetya Darman Djamaluddin Darman Moenir Dasman Djamaluddin David Krisna Alka Dea Anugrah Dedy Tri Riyadi Denny JA Denny Mizhar Desi Sommalia Gustina Dewi Anggraeni Dharma Setyawan Dian Hartati Didi Arsandi Dina Oktaviani Dipo Handoko Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Doddi Ahmad Fauji Doddy Hidayatullah Dodi Chandra Dodiek Adyttya Dwiwanto Dody Kristianto Donny Anggoro Dony P. Herwanto Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Klik Santosa Dwi Pranoto Dwicipta Edy A Effendi Edy Firmansyah Eka Budianta Eka Fendri Putra Eka Kurniawan Eko Darmoko Ellyzan Katan Elnisya Mahendra Emha Ainun Nadjib Endah Imawati Eni Suryanti Eny Rose Eriyandi Budiman Eriyanti Erwin Edhi Prasetya Erwin Setia Esai Evan Ys Evi Idawati F Rahardi Fadly Rahman Fahrudin Nasrulloh Faizah Sirajuddin Faizal Syahreza Fajar Alayubi Fakhrunnas M.A. Jabbar Fanny Chotimah Fariz al-Nizar Fariz Alneizar Faruk HT Fatah Anshori Fatah Yasin Noor Fathurrahman Karyadi Fatimah Wahyu Sundari Fauzan Santa Fazabinal Alim Festival Sastra Gresik Fikri MS Fiksi Mini Fransisca Dewi Ria Utari Franz Kafka Fuad Anshori Furqon Abdi Fuska Sani Evani Gendhotwukir Gendut Riyanto Gerson Poyk Gita Pratama Goenawan Mohamad Gola Gong Grathia Pitaloka Gregorio Lopez y’ Fuentes Gugun El-Guyanie Gunawan Budi Susanto Gus Noy H.H. Tokoro Hadi Napster Hamberan Syahbana Hamdy Salad Hamsad Rangkuti Han Gagas Hang Kafrawi Hani Pudjiarti Hanna Fransisca Hardi Hamzah Hardjono WS Haris del Hakim Haris Priyatna Harris Maulana Hary B. Kori'un Hasan Al Banna Hasan Junus Hasbullah Said Hasnan Bachtiar HE. Benyamine Heidi Arbuckle Helmi Y Haska Helvy Tiana Rosa Hendra Junaedi Hendri Nova Herdoni Syafriansyah Heri Kurniawan Heri Latief Heri Ruslan Herman RN Hermawan Aksan Hermien Y. Kleden Herry Lamongan Holy Adib Humaidiy AS Husni Anshori I Nyoman Darma Putra I Nyoman Tingkat I Wayan Artika Ibnu Wahyudi Ida Farida Ignas Kleden Ilham Khoiri Imam Cahyono Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Tohari Indra Tranggono Indrian Koto Irwan Kelana Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Noe Isma Swastiningrum Ismi Wahid Iwan Gardono Sujatmiko Iwan Gunadi Iwan Kurniawan Iwan Nurdaya Djafar Iwank J.S. Badudu Janoary M Wibowo Javed Paul Syatha JILFest 2008 JJ. Kusni Jodhi Yudono Joko Novianto Bp Joko Pinurbo Jones Gultom Jual Buku Paket Hemat Jusuf AN Kadek Suartaya Karya Lukisan: Andry Deblenk Kasnadi Kedung Darma Romansha Kenedi Nurhan Khaerudin Kurniawan Khaerul Anwar Ki Sugito Ha Es Kirana Kejora Komunitas Deo Gratias Korrie Layun Rampan Kritik Sastra Kunthi Hastorini Kuntowijoyo Kurie Suditomo Kurnia Effendi Kurniawan Kuswinarto La Ode Rabbani Lathifa Akmaliyah Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember Leon Agusta Lily Siti Multatuliana Lily Yulianti Farid Lina Kelana Liza Wahyuninto Lona Olavia Lugiena Dé M Fadjroel Rachman M Farid W Makkulau M Syakir M. Dawam Rahardjo M. Faizi M. Mustafied M. Raudah Jambak M. Taufan Musonip M. Yoesoef M.D. Atmaja M.Th. Krishdiana Putri Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Maklumat Sastra Profetik Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mangun Kuncoro Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria D. Andriana Maria Magdalena Bhoernomo Mariana Amiruddin Maryati Marzuzak SY Mashuri Maulana Syamsuri Media: Crayon on Paper Mega Vristian MG. Sungatno Misbahus Surur Mofik el-abrar Moh. Amir Sutaarga Moh. Ghufron Cholid Mohammad Hatta Mohammad Kh. Azad Mohammad Takdir Ilahi Much. Khoiri Muhamad Taslim Dalma Muhammad Rain Muhammad Subhan Muhammad Yasir Muhammadun A.S Muhidin M Dahlan Mujtahid Mulyawan Karim Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Mustofa W Hasyim N Teguh Prasetyo N. Mursidi Nadhi Kiara Zifen Nana Riskhi Susanti Nanang Suryadi Naskah Teater Nasrulloh Habibi Neva Tuhella Nietzsche Nirwan Dewanto Nizar Qabbani Noor H. Dee Nova Christina Novelet Nunung Nurdiah Nur Wachid Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurman Hartono Nuryana Asmaudi Nyoman Tusthi Eddy Obrolan Oky Sanjaya Oyos Saroso HN P Ari Subagyo Pagelaran Musim Tandur Pamusuk Eneste Panji Satrio PDS H.B. Jassin Penerbit dan Toko Buku PUstaka puJAngga Pipiet Senja Pramoedya Ananta Toer Pringadi AS Pringgo HR Prosa Puisi Puji Santosa Purnawan Andra PUstaka puJAngga Putu Fajar Arcana Putu Satria Kusuma Putu Wijaya R Masri Sareb Putra R. Adhi Kusumaputra R. Timur Budi Raja R.N. Bayu Aji Radhar Panca Dahana Ragdi F. Daye Rahmi Hattani Raja Ali Haji Raju Febrian Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rama Dira J Rama Prabu Ramadhan KH Ramon Magsaysay Ramses Ohee Ratih Kumala Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Ressa Novita Ressa Sagitariana Putri Ria Ristiana Dewi Rialita Fithra Asmara Ribut Wijoto Rida K Liamsi Rifka Sibarani Rilda A. Oe. Taneko Rilda A.Oe. Taneko Rimbun Natamarga Rinto Andriono Risang Anom Pujayanto Rita Zahara Riyon Fidwar Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Rohman Budijanto Rukardi S Yoga S. Jai S. Takdir Alisyahbana S.W. Teofani Sabrank Suparno Sahaya Santayana Sajak Sajak Sebatang Lisong Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Salman S. Yoga Salyaputra Samson Rambah Pasir Samsudin Adlawi Sanie B. Kuncoro Santy Novaria Sapardi Djoko Damono Sarabunis Mubarok Sartika Dian Nuraini Sasti Gotama Sastra Nusantara Satmoko Budi Santoso Satriani Saut Poltak Tambunan Saut Situmorang Sekolah Literasi Gratis (SLG) Selasih Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shadiqin Sudirman Shiny.ane el’poesya Shourisha Arashi Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sindu Putra Siska Afriani Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Slamet Samsoerizal Sobih Adnan Sofyan RH. Zaid Solihin Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sony Wibisono Sosiawan Leak Sri Wintala Achmad Sri Wulan Rujiati Mulyadi Stevani Elisabeth Suci Ayu Latifah Sucipto Hadi Purnomo Sudarmoko Sudirman HN Suhadi Mukhan Suharsono Sukar Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Sunudyantoro Supriyadi Suriani Suryanto Sastroatmodjo Susianna Sutan Iwan Soekri Munaf Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Syahruddin El-Fikri Syaripudin Zuhri Syifa Aulia Syu’bah Asa T.A. Sakti Tammalele Tan Lioe Ie Tasyriq Hifzhillah Taufik Abdullah Taufik Effendi Aria Taufik Ikram Jamil Taufiq Wr. Hidayat TE. Priyono Teguh Winarsho AS Tenas Effendy Tengsoe Tjahjono Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tias Tatanka Tito Sianipar Tjahjono EP Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Tjut Zakiyah Anshari Topik Mulyana Tosa Poetra Tri Harun Syafii TS Pinang Tu-ngang Iskandar Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Ballah Umbu Landu Paranggi Umi Kulsum Uniawati Universitas Indonesia Usman Arrumy Usman D.Ganggang Utada Kamaru UU Hamidy Viddy AD Daery W.S. Rendra Wa Ode Wulan Ratna Wahib Muthalib Wahyudi Akmaliah Muhammad Wardjito Soeharso Wawan Eko Yulianto Wawancara Wayan Sunarta Weli Meinindartato Wicaksono Widodo DS Wina Karnie Wisran Hadi Wong Wing King Yan Maniani Yanti Mulatsih Yanuar Arifin Yasser Arafat Yaumu Roikha Yetti A. KA Yohanes Padmo Adi Nugroho Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yudhi Ms Yudhistira ANM Massardi Yulianna Yurnaldi Yusi A. Pareanom Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusrizal KW Yuyun Ifa Naliah Zaim Rofiqi Zainal Arifin Thoha Zakki Amali Zakky Zulhazmi Zawawi Se Zehan Zareez Zelfeni Wimra Zuarman Ahmad Zulfikar Akbar