Tampilkan postingan dengan label Nova Christina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nova Christina. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Januari 2009

Sastra dan Perang Aceh

http://www2.kompas.com/
Judul buku: Hikajat Prang Sabi: Mendjiwai Perang Atjeh Lawan Belanda
Penyusun: A Hasjmy
Penerbit: Firma Pustaka Faraby, Banda Aceh (1971)
Tebal: 253 halaman
Peresensi: Nova Christina
***

TANGGAL 8 November 1999. Sekitar dua juta warga Aceh dari berbagai wilayah datang memadati halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, untuk menuntut referendum. Dalam aksi tersebut, massa tidak hanya meneriakkan tuntutan referendum, tetapi juga membacakan syair-syair yang diambil dari sebuah hikayat yang terkenal di Aceh, Hikayat Perang Sabil.

SELAMA 40 tahun berlangsung perang di Aceh (melawan Belanda), pada tahun 1873-1913, syair-syair dalam hikayat karya sastrawan klasik melayu Haji Muhammad Pantekulu atau Teungku Cik Pantekulu ini disebut-sebut telah menjadi pembangkit semangat dan keberanian rakyat dalam perang sabil menghadapi tentara Belanda.

Salah satu buku yang tidak hanya memuat isi Hikayat Perang Sabil, tapi juga membahasnya dari aspek, adalah Hikajat Prang Sabi: Mendjiwai Perang Atjeh Lawan Belanda yang disusun oleh Ali Hasjmy. Profesor Ali Hasjmy dikenal sebagai sastrawan angkatan Pujangga Baru dan tercatat sebagai salah satu tokoh dalam penyelesaian sengketa Aceh dan Jakarta di tahun 1950-an.

Salah satu bagian paling penting dari Hikajat Prang Sabi adalah pendahuluan atau mukadimah. Bagian yang juga berbentuk syair ini menunjukkan secara jelas tujuan ditulisnya Hikajat Prang Sabi, dalam hubungannya dengan perang melawan Belanda. Setelah diawali dengan puji-pujian kepada Allah pencipta semesta alam, syair-syair pada mukadimah berlanjut pada seruan untuk perang sabil. Juga disebutkan satu pahala yang dapat diperoleh bagi mereka yang berjihad dalam perang sabil (jalan Allah-Red). Salah satu pahala yang akan diterima mereka yang mati syahid dalam perang tersebut adalah akan bertemu dengan dara-dara dari surga. Salah satu bait (yang diterjemahkan oleh penyusun) menyebutkan, "Menurut kata Pesuruh Allah: //tubuhmu yang tertembak berlumuran darah, //tidak akan terkapar rebah, //kecuali dalam pangkuan Ainul Mardliyah."

Kemudian, empat bagian selanjutnya dalam Hikajat Prang Sabi berisikan empat kisah, yaitu: Kisah Ainul Mardliyah, Kisah Pasukan Gajah, Kisah Said Salmy, dan Kisah Budak Mati Hidup Kembali. Dari seluruh kisah yang ada, hanya satu cerita, Kisah Pasukan Gajah, yang disebut Hasjmy bersumber dari sejarah keislaman, yang lain adalah fiktif. Namun, terlepas dari kefiktifan tersebut, yang penting dari Hikajat Prang Sabi adalah pesan empat kisah tersebut. Kisah-kisah itu memberi contoh betapa penting dan berpahalanya kesyahidan seseorang dalam peperangan melawan musuh kafir, yang tak lain adalah Belanda.

Seperti telah diungkap pada mukadimah hikayat, kisah tentang Ainul Mardliyah berkaitan dengan penyambutan ratu bidadari surgawi bagi mereka yang mati syahid. Dikisahkan, seorang pemuda yang disebut Muda Belia, pada suatu malam menjelang maju perang, tersentak bangun, menangis tersedu-sedu sambil mengucapkan nama "Ainul Mardliyah". Rupa-rupanya, Muda Belia bermimpi berjalan di surga dan bertemu ratu bidadari surgawi bernama Ainul Mardliyah. Muda Belia sangat sedih karena sang ratu menolak cintanya dengan alasan dirinya hanya berhak dimiliki oleh pemuda yang mati syahid di medan perang melawan kafir. Setelah itu, sang Muda Belia tak gentar terjun ke medan perang. Ia pun mati syahid dan disambut Ainul Mardliyah di surga.

Kisah kedua bertutur tentang kegagalan serangan sebuah pasukan besar untuk menghancurkan Kabah di Mekkah. Peristiwa ini disebutkan terjadi pada tahun 570 M. Dikisahkan, kedudukan Mekkah yang terkenal tidak disukai oleh Kerajaan Habsjah dan Kerajaan Parsia Majusi. Kedua kerajaan ini membangun Mekkah tandingan di Yaman dan Hira, namun tetap Mekkah tak tertandingi. Kemudian, Kerajaan Habsyah dan sekutu-sekutunya menyerang Mekkah dengan pasukan berkendaraan gajah. Namun, ketika sampai di Kabah, tiba-tiba datang wabah penyakit menyerang dan melumpuhkan pasukan gajah tersebut.

Dua kisah selanjutnya tak ubah seperti Kisah Ainul Mardliyah, bertutur soal mati syahid dan pahala. Pada Kisah Said Salmy diceritakan, seorang pemuda buruk rupa yang mati syahid dapat mempersunting seorang putri bangsawan cantik jelita. Namun dalam peperangan, Said Salmy, sang pemuda, mati syahid. Setelah mati, tiba-tiba pada suatu malam ia muncul dalam sosok pemuda tampan menemui sang istri. Ternyata, Allah memperbolehkannya "hidup" kembali dan muncul setiap malam untuk menemui sang istri. Terakhir, Kisah Budak Mati Hidup Kembali bercerita tentang pahala yang diterima seorang mujahid yang kembali dari perang. Allah menghidupkan kembali anak yang dipertaruhkan sebelum sang mujahid berangkat ke medan perang.

Ali Hasjmy menyusun buku Hikajat Prang Sabi berdasarkan dua naskah berhuruf Arab yang kemudian disalin dalam huruf latin. Sebagai naskah tulisan, yang telah beberapa kali disalin, terdapat perbedaan-perbedaan pada syair-syair Hikajat Prang Sabi. Dalam pengantar, Hasjmy menyebutkan hal ini sebagai salah satu kesulitan yang dihadapi.

Sebelum memuat kisah dalam Hikajat Prang Sabi, pada bagian pertama buku, Hasjmy membuat ulasan tentang sejarah Perang Aceh, perdebatan pengarang, dan penyebab keberhasilan kisah berbentuk syair tersebut. Mengenai pengarang Hikajat Prang Sabi, disebutkan terdapat dua dugaan. Dugaan pertama, Hikajat Prang Sabi dikarang oleh Teungku Cik di Tiro, pemimpin Angkatan Perang Sabil, pada tahun 1873-1913.

Kalangan lain menduga hikayat ini adalah karya Teungku Cik Pantekulu. Hasjmy menyebutkan, memang belum terbukti siapa penulis sesungguhnya, namun dari informasi para pelaku sejarah dan pengikut Teungku Cik di Tiro, Teungku Cik Pantekulu memang diakui sebagai penggubah Hikajat Prang Sabi. Untuk memperkuat dugaannya, Hasjmy mengutip tulisan ahli sejarah dari Australia, Anthony Reid, dalam The Contest for North yang juga mencantumkan perihal pengarang hikayat tersebut. "… Meskipun Teungku Cik Pantekulu, dari Dayah dekat daerah Tiro, dianggap di Aceh mengarang Hikayat Perang Sabil dalam perjalanan pulang dari Mekkah pada tahun 1880, hikayat ini dipopulerkan oleh Teungku Syekh Saman untuk mengobarkan semangat keagamaan dalam perang…". Syekh Saman atau Muhammad Saman adalah nama Cik di Tiro sebelum bergelar Teungku. Hikayat ini juga disebutkan khusus dipersembahkan Teungku Cik Pantekulu kepada Teungku Cik di Tiro dengan Perang Sabil-nya.

A Khoirul Anam A Qorib Hidayatullah A Rodhi Murtadho A. Yusrianto Elga A. Zakky Zulhazmi A.S. Laksana Aang Fatihul Islam Aba Mardjani Abd. Mun’im Abdul Aziz Rasjid Abdul Gaffar Ruskhan Abdul Hadi W. M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Malik Abdul Muis Abdul Wachid BS Abdullah Khusairi Abidah El Khalieqy Abimardha Kurniawan Abroorza A. Yusra Abu Salman Acep Iwan Saidi Achmad Farid Tuasikal Adek Alwi Adi Marsiela Adian Husaini Adib Muttaqin Asfar Adji Subela Afandi Sido Afriza Hanifa Afrizal Malna Ageng Wuri R. A. Ags. Arya Dipayana Aguk Irawan M.N. Agus B. Harianto Agus Bing Agus Noor Agus R. Sarjono Agus R. Subagyo Agus Sri Danardana Agus Sulton Agus Sunyoto Agus Wibowo Agus Wirawan Agusri Junaidi AH J Khuzaini Ahda Imran Ahid Hidayat Ahm Soleh Ahmad Asyhar Ahmad Farid Yahya Ahmad Fuadi Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Musthofa Haroen Ahmad Rofiq Ahmad Suhendra Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Aini Aviena Violeta Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Akhmad Sekhu Al Azhar Riau Al-Fairish Alex R. Nainggolan Alexander G.B. Alfian Zainal Aliansyah Alimuddin Almania Rohmah Alunk Estohank Amien Kamil Amien Wangsitalaja Anata Siregar Andi Sutisno Andy Riza Hidayat Anies Baswedan Anindita S Thayf Anis Ceha Anis Faridatur Rofiah Anjrah Lelono Broto Anna Subekti Anton Kurnia Ari Hidayat Ari Kristianawati Arie MP Tamba Arief Junianto Aris Kurniawan Arti Bumi Intaran Arul Arista AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Atiqurrahman Awalludin GD Mualif Ayu Purwaningsih Babe Derwan Bakdi Soemanto Balada Bale Aksara Bamby Cahyadi Bandung Mawardi Bayu Dwi Mardana Bellanissa Zoditama Beni Setia Benny Arnas Beno Siang Pamungkas Berita Berita Duka Bernando J. Sujibto Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Bokor Hutasuhut Brunel University London BSW Adjikoesoemo Budaya Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budiawan Dwi Santoso Bur Rasuanto Burhanuddin Bella Bustan Basir Maras Catatan Catullus CB. Ismulyadi Cerbung Cerita Rakyat Cerpen Chavchay Syaifullah Cikie Wahab Cunong Nunuk Suraja D Zawawi Imron Dad Murniah Dadang Ari Murtono Dahlia Rasyad Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Danarto Daniel Paranamesa Darju Prasetya Darman Djamaluddin Darman Moenir Dasman Djamaluddin David Krisna Alka Dea Anugrah Dedy Tri Riyadi Denny JA Denny Mizhar Desi Sommalia Gustina Dewi Anggraeni Dharma Setyawan Dian Hartati Didi Arsandi Dina Oktaviani Dipo Handoko Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Doddi Ahmad Fauji Doddy Hidayatullah Dodi Chandra Dodiek Adyttya Dwiwanto Dody Kristianto Donny Anggoro Dony P. Herwanto Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Klik Santosa Dwi Pranoto Dwicipta Edy A Effendi Edy Firmansyah Eka Budianta Eka Fendri Putra Eka Kurniawan Eko Darmoko Ellyzan Katan Elnisya Mahendra Emha Ainun Nadjib Endah Imawati Eni Suryanti Eny Rose Eriyandi Budiman Eriyanti Erwin Edhi Prasetya Erwin Setia Esai Evan Ys Evi Idawati F Rahardi Fadly Rahman Fahrudin Nasrulloh Faizah Sirajuddin Faizal Syahreza Fajar Alayubi Fakhrunnas M.A. Jabbar Fanny Chotimah Fariz al-Nizar Fariz Alneizar Faruk HT Fatah Anshori Fatah Yasin Noor Fathurrahman Karyadi Fatimah Wahyu Sundari Fauzan Santa Fazabinal Alim Festival Sastra Gresik Fikri MS Fiksi Mini Fransisca Dewi Ria Utari Franz Kafka Fuad Anshori Furqon Abdi Fuska Sani Evani Gendhotwukir Gendut Riyanto Gerson Poyk Gita Pratama Goenawan Mohamad Gola Gong Grathia Pitaloka Gregorio Lopez y’ Fuentes Gugun El-Guyanie Gunawan Budi Susanto Gus Noy H.H. Tokoro Hadi Napster Hamberan Syahbana Hamdy Salad Hamsad Rangkuti Han Gagas Hang Kafrawi Hani Pudjiarti Hanna Fransisca Hardi Hamzah Hardjono WS Haris del Hakim Haris Priyatna Harris Maulana Hary B. Kori'un Hasan Al Banna Hasan Junus Hasbullah Said Hasnan Bachtiar HE. Benyamine Heidi Arbuckle Helmi Y Haska Helvy Tiana Rosa Hendra Junaedi Hendri Nova Herdoni Syafriansyah Heri Kurniawan Heri Latief Heri Ruslan Herman RN Hermawan Aksan Hermien Y. Kleden Herry Lamongan Holy Adib Humaidiy AS Husni Anshori I Nyoman Darma Putra I Nyoman Tingkat I Wayan Artika Ibnu Wahyudi Ida Farida Ignas Kleden Ilham Khoiri Imam Cahyono Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Tohari Indra Tranggono Indrian Koto Irwan Kelana Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Noe Isma Swastiningrum Ismi Wahid Iwan Gardono Sujatmiko Iwan Gunadi Iwan Kurniawan Iwan Nurdaya Djafar Iwank J.S. Badudu Janoary M Wibowo Javed Paul Syatha JILFest 2008 JJ. Kusni Jodhi Yudono Joko Novianto Bp Joko Pinurbo Jones Gultom Jual Buku Paket Hemat Jusuf AN Kadek Suartaya Karya Lukisan: Andry Deblenk Kasnadi Kedung Darma Romansha Kenedi Nurhan Khaerudin Kurniawan Khaerul Anwar Ki Sugito Ha Es Kirana Kejora Komunitas Deo Gratias Korrie Layun Rampan Kritik Sastra Kunthi Hastorini Kuntowijoyo Kurie Suditomo Kurnia Effendi Kurniawan Kuswinarto La Ode Rabbani Lathifa Akmaliyah Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember Leon Agusta Lily Siti Multatuliana Lily Yulianti Farid Lina Kelana Liza Wahyuninto Lona Olavia Lugiena Dé M Fadjroel Rachman M Farid W Makkulau M Syakir M. Dawam Rahardjo M. Faizi M. Mustafied M. Raudah Jambak M. Taufan Musonip M. Yoesoef M.D. Atmaja M.Th. Krishdiana Putri Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Maklumat Sastra Profetik Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mangun Kuncoro Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria D. Andriana Maria Magdalena Bhoernomo Mariana Amiruddin Maryati Marzuzak SY Mashuri Maulana Syamsuri Media: Crayon on Paper Mega Vristian MG. Sungatno Misbahus Surur Mofik el-abrar Moh. Amir Sutaarga Moh. Ghufron Cholid Mohammad Hatta Mohammad Kh. Azad Mohammad Takdir Ilahi Much. Khoiri Muhamad Taslim Dalma Muhammad Rain Muhammad Subhan Muhammad Yasir Muhammadun A.S Muhidin M Dahlan Mujtahid Mulyawan Karim Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Mustofa W Hasyim N Teguh Prasetyo N. Mursidi Nadhi Kiara Zifen Nana Riskhi Susanti Nanang Suryadi Naskah Teater Nasrulloh Habibi Neva Tuhella Nietzsche Nirwan Dewanto Nizar Qabbani Noor H. Dee Nova Christina Novelet Nunung Nurdiah Nur Wachid Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurman Hartono Nuryana Asmaudi Nyoman Tusthi Eddy Obrolan Oky Sanjaya Oyos Saroso HN P Ari Subagyo Pagelaran Musim Tandur Pamusuk Eneste Panji Satrio PDS H.B. Jassin Penerbit dan Toko Buku PUstaka puJAngga Pipiet Senja Pramoedya Ananta Toer Pringadi AS Pringgo HR Prosa Puisi Puji Santosa Purnawan Andra PUstaka puJAngga Putu Fajar Arcana Putu Satria Kusuma Putu Wijaya R Masri Sareb Putra R. Adhi Kusumaputra R. Timur Budi Raja R.N. Bayu Aji Radhar Panca Dahana Ragdi F. Daye Rahmi Hattani Raja Ali Haji Raju Febrian Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rama Dira J Rama Prabu Ramadhan KH Ramon Magsaysay Ramses Ohee Ratih Kumala Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Ressa Novita Ressa Sagitariana Putri Ria Ristiana Dewi Rialita Fithra Asmara Ribut Wijoto Rida K Liamsi Rifka Sibarani Rilda A. Oe. Taneko Rilda A.Oe. Taneko Rimbun Natamarga Rinto Andriono Risang Anom Pujayanto Rita Zahara Riyon Fidwar Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Rohman Budijanto Rukardi S Yoga S. Jai S. Takdir Alisyahbana S.W. Teofani Sabrank Suparno Sahaya Santayana Sajak Sajak Sebatang Lisong Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Salman S. Yoga Salyaputra Samson Rambah Pasir Samsudin Adlawi Sanie B. Kuncoro Santy Novaria Sapardi Djoko Damono Sarabunis Mubarok Sartika Dian Nuraini Sasti Gotama Sastra Nusantara Satmoko Budi Santoso Satriani Saut Poltak Tambunan Saut Situmorang Sekolah Literasi Gratis (SLG) Selasih Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shadiqin Sudirman Shiny.ane el’poesya Shourisha Arashi Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sindu Putra Siska Afriani Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Slamet Samsoerizal Sobih Adnan Sofyan RH. Zaid Solihin Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sony Wibisono Sosiawan Leak Sri Wintala Achmad Sri Wulan Rujiati Mulyadi Stevani Elisabeth Suci Ayu Latifah Sucipto Hadi Purnomo Sudarmoko Sudirman HN Suhadi Mukhan Suharsono Sukar Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Sunudyantoro Supriyadi Suriani Suryanto Sastroatmodjo Susianna Sutan Iwan Soekri Munaf Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Syahruddin El-Fikri Syaripudin Zuhri Syifa Aulia Syu’bah Asa T.A. Sakti Tammalele Tan Lioe Ie Tasyriq Hifzhillah Taufik Abdullah Taufik Effendi Aria Taufik Ikram Jamil Taufiq Wr. Hidayat TE. Priyono Teguh Winarsho AS Tenas Effendy Tengsoe Tjahjono Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tias Tatanka Tito Sianipar Tjahjono EP Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Tjut Zakiyah Anshari Topik Mulyana Tosa Poetra Tri Harun Syafii TS Pinang Tu-ngang Iskandar Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Ballah Umbu Landu Paranggi Umi Kulsum Uniawati Universitas Indonesia Usman Arrumy Usman D.Ganggang Utada Kamaru UU Hamidy Viddy AD Daery W.S. Rendra Wa Ode Wulan Ratna Wahib Muthalib Wahyudi Akmaliah Muhammad Wardjito Soeharso Wawan Eko Yulianto Wawancara Wayan Sunarta Weli Meinindartato Wicaksono Widodo DS Wina Karnie Wisran Hadi Wong Wing King Yan Maniani Yanti Mulatsih Yanuar Arifin Yasser Arafat Yaumu Roikha Yetti A. KA Yohanes Padmo Adi Nugroho Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yudhi Ms Yudhistira ANM Massardi Yulianna Yurnaldi Yusi A. Pareanom Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusrizal KW Yuyun Ifa Naliah Zaim Rofiqi Zainal Arifin Thoha Zakki Amali Zakky Zulhazmi Zawawi Se Zehan Zareez Zelfeni Wimra Zuarman Ahmad Zulfikar Akbar