Tampilkan postingan dengan label CB. Ismulyadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CB. Ismulyadi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Desember 2008

Macapat Berbuah Florilegia

CB. Ismulyadi*
http://www.jawapos.com/

Sindhunata senantiasa mengenang dengan ingatan mesra dan mengendapkan pengalaman hidupnya yang tak pernah terlupakan. Saat ditugaskan sebagai pastor pedesaan di Pakem, Sleman, Jogjakarta (1983-1986), dia pernah menghadiri macapatan di rumah Mbah Atmo. Acara macapatan dimulai jam sepuluh malam dan berakhir pada dini hari. Suasana di lereng Gunung Merapi malam itu sepi. Dingin pun menggigit. Mbah Atmo mendaras Serat Ambya yang ditulis dengan aksara Arab gundul.

Kisah yang didaras Mbah Atmo, menjelang dini hari, sampai pada riwayat Nabi Yusuf dicemplungkan ke sumur oleh para saudaranya yang iri pada kemasyhurannya. Nabi Yusuf lolos dari tempat celaka itu. Dia lalu bergegas mengunjungi makam ibu yang sangat dicintainya. Seluruh keluh kesah ditumpahkan di pusara ibunda.

Nabi Yusuf tertidur di makam. Sedang lelap-lelapnya, Nabi Yusuf bermimpi, ibunya datang memberi petuah, ''Sudah Nak, mau diapakan lagi. Perjalanan hidupmu baru terjal dan mendaki. Pesanku, jalani dengan tegar, ikhlas, tekun, dan sabar hati.''

Nabi Yusuf bangun seraya mengusap kedua mata. Kendati sedang berada dalam ''situasi batas'', batinnya melonjak gembira mendengar nasihat ibu. Nabi Yusuf seperti musafir mendapatkan percikan air yang menyegarkan. Niatnya menumbuhkan semangat baru. Ia berani meneruskan perjalanan hidup yang bergelimang kesulitan tak terperi.

Nasihat ibu dalam mimpi Nabi Yusuf pendek dan bersahaja. Justru karena tidak muluk-muluk terasa lebih menghujam ke dalam hati. Mendengar nasihat tadi, Sindhunata bagai disedot ke dalam turbulensi zona ikhlas (semeleh). Manusia mesti menerima nasibnya tanpa perlawanan. Sembari pasrah pada nasib, manusia harus berani mengatasi kesulitan dan keluar dari keterbatasan hidupnya (breaking through limitation). Perilaku sumarah ini bukan sikap fatalistik.

Kebajikan Nabi Yusuf mudah dicerna budi dan merasuk ke dalam hati karena dikidungkan dalam macapat. Menjadi asupan spirit yang meneguhkan. Tembang macapat memudahkan Sindhunata dalam memahami ajaran kebajikan leluhur. Malam inspiratif macapatan di rumah Mbah Atmo itulah yang kelak mengilhami terbitnya buku berbahasa Jawa Injil Papat: Piwulang Guru Sejati ing Tembang Macapat. Buku ini merupakan kitab kompilasi tembang macapat yang digubah Sindhunata dan Suwandi berdasarkan Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes.

Macapat merupakan membaca dengan cara mengidungkan teks. Ada aneka ragam tembang macapat: dhandanggula, sinom, asmaradana, pangkur, mijil, gambuh, durma, maskumambang, dan pucung. Macapat rupanya sejalan dengan tradisi lectio divina continua yang sudah dipraktikkan dalam liturgi gereja berabad-abad. Lectio divina artinya mendaras bacaan suci. Mirip tembang macapat, dalam lectio divina teks kitab suci dibaca dengan cara menyanyikannya. Ada empat tahap lectio divina, yakni lectio, meditatio, oratio, dan comtemplatio.

Dalam lectio, kitab suci dibaca dengan cermat nan teliti. Memasuki meditatio, akal dan budi digunakan untuk mencari dan memilah kehendak Allah yang tersimpan rapat dalam belukar teks. Pada tahap oratio, perasaan dan hati dikerahkan untuk berserah diri agar hidup melulu seturut kehendak Ilahi. Dalam contemplatio, niat dibangun agar sabda Tuhan dijadikan konsolasi (falsafah kegembiraan) bukan desolasi (falsafah kemuraman). Konsolasi menggiring seseorang untuk masuk dan mengalami serta memiliki penghiburan rohani sekaligus pegangan hidup.

Menurut Sindhunata, melalui lectio divina orang menjalankan ruminatio. Ruminatio berarti mengunyah berulang-ulang atau memamah berkali-kali. Ibarat seekor kerbau, sapi, dan kambing, hewan ternak itu sambil rebahan terkantuk-kantuk akan mengunyah asupannya kembali. Sepertinya, ternak itu tertidur namun sejatinya sedang mengalami kenikmatan puncak.

Ruminatio merupakan unsur baku lectio divina. Dalam lectio divina orang mengunyah sabda Tuhan seperti kerbau nggayemi rumput segar tiada henti.

Berkat ruminatio, orang merasa tenteram, damai ikhlas, tidak angkuh, dan tidak menginginkan segala sesuatu yang mustahil diraih. Seperti yang dikidungkan Kitab Mazmur, ''Jiwaku tenang laksana bayi di pangkuan bunda. Bagai bayi sehabis menetek, jiwaku tenteram dan damai.''

Ketekunan menjalankan lectio divina bakal membuahkan florilegia --buket rohani. Saat orang mengidungkan sabda Tuhan, ia bisa jadi menemukan kuotasi atau kata-kata yang menyentuh hati. Kuotasi itu merupakan pencerahan yang bisa menjadi daya dorong adanya laku pertobatan dan pembaruan hidup. Kuotasi yang dicatat dalam buku harian lama-lama terkumpul banyak. Catatan itulah yang disebut dengan buket rohani. Dengan demikian, lectio divina bukan usaha akal budi untuk memahami sabda Ilahi, melainkan upaya manusia yang hendak menyatu dengan kehendak Ilahi (manunggaling kawula lan Gusti).

Sindhunata mengibaratkan hidup beriman layaknya orang yang memasang tiang listrik dan menanam pohon buah-buahan. Usaha menancapkan tiang listrik lebih mudah ketimbang menanam pohon. Tiang listrik yang tampak kokoh fungsi utamanya menyalurkan penerangan buat mengatasi kegelapan malam hari. Sebaliknya, menanam pohon buah-buahan lebih sukar karena butuh ketekunan, kesabaran, dan ketabahan dalam merawat dan menjaga tanaman ala petani. Selain bisa menjadi tempat berteduh yang menenteramkan, pohon itu kelak akan tumbuh subur, hijau, dan lebat buahnya hingga bisa dinikmati banyak orang.

Amsal menanam pohon menemukan contoh bagus pada diri para sunan atau wali yang menyiarkan agama melalui jalur kebudayaan setempat. Contoh lain Kyai Sadrah dan Tunggul Wulung yang menyebarluaskan agama Kristen di Jawa Tengah dan Jawa Timur menggunakan mitos Ratu Adil dan Ilmu Gunung. Iman kokoh karena agama mau bergulat dengan kebudayaan lokal. Layaknya pohon, iman yang mengakar kuat pada kejawen telah terbukti membuat umat toleran.

Buku ini unik sekaligus klasik. Unik karena jarang ada penulis mau bersusah payah selama hampir delapan tahun mengumpulkan dan mengkaji ulang tembang macapat yang boleh dibilang tidak populer dan nyaris punah. Tampaknya muspro, meski sebetulnya merupakan usaha adiluhung untuk lebih mendaratkan pesan religiusitas kehidupan.

Klasik karena memang itulah pembawaan dasar dari karya-karya Sindhunata. Salah satu daya tarik yang memikat dari buku ini adalah dukungan gambar lukisan wayang karya Herjaka.

Perkawinan lintas ''ngelmu'' antara Sindhunata, Suwandi, dan Herjaka itu merupakan perpaduan menarik yang tidak menegasikan kebudayaan. Agama dan budaya justru mendukung untuk saling menumbuhkan dan mengembangkan. Sindhunata, kendati peranakan Tionghoa dan pernah mengalami pergulatan hebat dengan statusnya, lebih banyak berurusan dengan seluk beluk Jawa berikut persoalan budaya mereka.

Kidung macapat Injil dalam buku ini sangat cocok digunakan dalam acara selapanan (peringatan 35 hari kelahiran jabang bayi), malem midodaren (acara menjelang pesta pernikahan), dan pengetan memule arwah (malam tirakatan mengenang arwah leluhur). Semoga melalui buku ini, seperti Sindhunata, pembaca mampu pula nggayemi dan menggulirkan kebersahajaan florilegia-nya. (*)

*)Berkarya di Bimas Katolik, Departemen Agama Jogjakarta
Judul Buku: Injil Papat: Piwulang Guru Sejati ing Tembang Macapat
Penulis: GP. Sindhunata SJ dan Ag. Suwandi
Penerbit: Boekoe Tjap Petroek, Jogjakarta
Cetakan: Mei 2008
Tebal: 540 Halaman.

A Khoirul Anam A Qorib Hidayatullah A Rodhi Murtadho A. Yusrianto Elga A. Zakky Zulhazmi A.S. Laksana Aang Fatihul Islam Aba Mardjani Abd. Mun’im Abdul Aziz Rasjid Abdul Gaffar Ruskhan Abdul Hadi W. M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Malik Abdul Muis Abdul Wachid BS Abdullah Khusairi Abidah El Khalieqy Abimardha Kurniawan Abroorza A. Yusra Abu Salman Acep Iwan Saidi Achmad Farid Tuasikal Adek Alwi Adi Marsiela Adian Husaini Adib Muttaqin Asfar Adji Subela Afandi Sido Afriza Hanifa Afrizal Malna Ageng Wuri R. A. Ags. Arya Dipayana Aguk Irawan M.N. Agus B. Harianto Agus Bing Agus Noor Agus R. Sarjono Agus R. Subagyo Agus Sri Danardana Agus Sulton Agus Sunyoto Agus Wibowo Agus Wirawan Agusri Junaidi AH J Khuzaini Ahda Imran Ahid Hidayat Ahm Soleh Ahmad Asyhar Ahmad Farid Yahya Ahmad Fuadi Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Musthofa Haroen Ahmad Rofiq Ahmad Suhendra Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Aini Aviena Violeta Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Akhmad Sekhu Al Azhar Riau Al-Fairish Alex R. Nainggolan Alexander G.B. Alfian Zainal Aliansyah Alimuddin Almania Rohmah Alunk Estohank Amien Kamil Amien Wangsitalaja Anata Siregar Andi Sutisno Andy Riza Hidayat Anies Baswedan Anindita S Thayf Anis Ceha Anis Faridatur Rofiah Anjrah Lelono Broto Anna Subekti Anton Kurnia Ari Hidayat Ari Kristianawati Arie MP Tamba Arief Junianto Aris Kurniawan Arti Bumi Intaran Arul Arista AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Atiqurrahman Awalludin GD Mualif Ayu Purwaningsih Babe Derwan Bakdi Soemanto Balada Bale Aksara Bamby Cahyadi Bandung Mawardi Bayu Dwi Mardana Bellanissa Zoditama Beni Setia Benny Arnas Beno Siang Pamungkas Berita Berita Duka Bernando J. Sujibto Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Bokor Hutasuhut Brunel University London BSW Adjikoesoemo Budaya Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budiawan Dwi Santoso Bur Rasuanto Burhanuddin Bella Bustan Basir Maras Catatan Catullus CB. Ismulyadi Cerbung Cerita Rakyat Cerpen Chavchay Syaifullah Cikie Wahab Cunong Nunuk Suraja D Zawawi Imron Dad Murniah Dadang Ari Murtono Dahlia Rasyad Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Danarto Daniel Paranamesa Darju Prasetya Darman Djamaluddin Darman Moenir Dasman Djamaluddin David Krisna Alka Dea Anugrah Dedy Tri Riyadi Denny JA Denny Mizhar Desi Sommalia Gustina Dewi Anggraeni Dharma Setyawan Dian Hartati Didi Arsandi Dina Oktaviani Dipo Handoko Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Doddi Ahmad Fauji Doddy Hidayatullah Dodi Chandra Dodiek Adyttya Dwiwanto Dody Kristianto Donny Anggoro Dony P. Herwanto Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Klik Santosa Dwi Pranoto Dwicipta Edy A Effendi Edy Firmansyah Eka Budianta Eka Fendri Putra Eka Kurniawan Eko Darmoko Ellyzan Katan Elnisya Mahendra Emha Ainun Nadjib Endah Imawati Eni Suryanti Eny Rose Eriyandi Budiman Eriyanti Erwin Edhi Prasetya Erwin Setia Esai Evan Ys Evi Idawati F Rahardi Fadly Rahman Fahrudin Nasrulloh Faizah Sirajuddin Faizal Syahreza Fajar Alayubi Fakhrunnas M.A. Jabbar Fanny Chotimah Fariz al-Nizar Fariz Alneizar Faruk HT Fatah Anshori Fatah Yasin Noor Fathurrahman Karyadi Fatimah Wahyu Sundari Fauzan Santa Fazabinal Alim Festival Sastra Gresik Fikri MS Fiksi Mini Fransisca Dewi Ria Utari Franz Kafka Fuad Anshori Furqon Abdi Fuska Sani Evani Gendhotwukir Gendut Riyanto Gerson Poyk Gita Pratama Goenawan Mohamad Gola Gong Grathia Pitaloka Gregorio Lopez y’ Fuentes Gugun El-Guyanie Gunawan Budi Susanto Gus Noy H.H. Tokoro Hadi Napster Hamberan Syahbana Hamdy Salad Hamsad Rangkuti Han Gagas Hang Kafrawi Hani Pudjiarti Hanna Fransisca Hardi Hamzah Hardjono WS Haris del Hakim Haris Priyatna Harris Maulana Hary B. Kori'un Hasan Al Banna Hasan Junus Hasbullah Said Hasnan Bachtiar HE. Benyamine Heidi Arbuckle Helmi Y Haska Helvy Tiana Rosa Hendra Junaedi Hendri Nova Herdoni Syafriansyah Heri Kurniawan Heri Latief Heri Ruslan Herman RN Hermawan Aksan Hermien Y. Kleden Herry Lamongan Holy Adib Humaidiy AS Husni Anshori I Nyoman Darma Putra I Nyoman Tingkat I Wayan Artika Ibnu Wahyudi Ida Farida Ignas Kleden Ilham Khoiri Imam Cahyono Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Tohari Indra Tranggono Indrian Koto Irwan Kelana Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Noe Isma Swastiningrum Ismi Wahid Iwan Gardono Sujatmiko Iwan Gunadi Iwan Kurniawan Iwan Nurdaya Djafar Iwank J.S. Badudu Janoary M Wibowo Javed Paul Syatha JILFest 2008 JJ. Kusni Jodhi Yudono Joko Novianto Bp Joko Pinurbo Jones Gultom Jual Buku Paket Hemat Jusuf AN Kadek Suartaya Karya Lukisan: Andry Deblenk Kasnadi Kedung Darma Romansha Kenedi Nurhan Khaerudin Kurniawan Khaerul Anwar Ki Sugito Ha Es Kirana Kejora Komunitas Deo Gratias Korrie Layun Rampan Kritik Sastra Kunthi Hastorini Kuntowijoyo Kurie Suditomo Kurnia Effendi Kurniawan Kuswinarto La Ode Rabbani Lathifa Akmaliyah Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember Leon Agusta Lily Siti Multatuliana Lily Yulianti Farid Lina Kelana Liza Wahyuninto Lona Olavia Lugiena Dé M Fadjroel Rachman M Farid W Makkulau M Syakir M. Dawam Rahardjo M. Faizi M. Mustafied M. Raudah Jambak M. Taufan Musonip M. Yoesoef M.D. Atmaja M.Th. Krishdiana Putri Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Maklumat Sastra Profetik Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mangun Kuncoro Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria D. Andriana Maria Magdalena Bhoernomo Mariana Amiruddin Maryati Marzuzak SY Mashuri Maulana Syamsuri Media: Crayon on Paper Mega Vristian MG. Sungatno Misbahus Surur Mofik el-abrar Moh. Amir Sutaarga Moh. Ghufron Cholid Mohammad Hatta Mohammad Kh. Azad Mohammad Takdir Ilahi Much. Khoiri Muhamad Taslim Dalma Muhammad Rain Muhammad Subhan Muhammad Yasir Muhammadun A.S Muhidin M Dahlan Mujtahid Mulyawan Karim Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Mustofa W Hasyim N Teguh Prasetyo N. Mursidi Nadhi Kiara Zifen Nana Riskhi Susanti Nanang Suryadi Naskah Teater Nasrulloh Habibi Neva Tuhella Nietzsche Nirwan Dewanto Nizar Qabbani Noor H. Dee Nova Christina Novelet Nunung Nurdiah Nur Wachid Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurman Hartono Nuryana Asmaudi Nyoman Tusthi Eddy Obrolan Oky Sanjaya Oyos Saroso HN P Ari Subagyo Pagelaran Musim Tandur Pamusuk Eneste Panji Satrio PDS H.B. Jassin Penerbit dan Toko Buku PUstaka puJAngga Pipiet Senja Pramoedya Ananta Toer Pringadi AS Pringgo HR Prosa Puisi Puji Santosa Purnawan Andra PUstaka puJAngga Putu Fajar Arcana Putu Satria Kusuma Putu Wijaya R Masri Sareb Putra R. Adhi Kusumaputra R. Timur Budi Raja R.N. Bayu Aji Radhar Panca Dahana Ragdi F. Daye Rahmi Hattani Raja Ali Haji Raju Febrian Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rama Dira J Rama Prabu Ramadhan KH Ramon Magsaysay Ramses Ohee Ratih Kumala Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Ressa Novita Ressa Sagitariana Putri Ria Ristiana Dewi Rialita Fithra Asmara Ribut Wijoto Rida K Liamsi Rifka Sibarani Rilda A. Oe. Taneko Rilda A.Oe. Taneko Rimbun Natamarga Rinto Andriono Risang Anom Pujayanto Rita Zahara Riyon Fidwar Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Rohman Budijanto Rukardi S Yoga S. Jai S. Takdir Alisyahbana S.W. Teofani Sabrank Suparno Sahaya Santayana Sajak Sajak Sebatang Lisong Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Salman S. Yoga Salyaputra Samson Rambah Pasir Samsudin Adlawi Sanie B. Kuncoro Santy Novaria Sapardi Djoko Damono Sarabunis Mubarok Sartika Dian Nuraini Sasti Gotama Sastra Nusantara Satmoko Budi Santoso Satriani Saut Poltak Tambunan Saut Situmorang Sekolah Literasi Gratis (SLG) Selasih Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shadiqin Sudirman Shiny.ane el’poesya Shourisha Arashi Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sindu Putra Siska Afriani Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Slamet Samsoerizal Sobih Adnan Sofyan RH. Zaid Solihin Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sony Wibisono Sosiawan Leak Sri Wintala Achmad Sri Wulan Rujiati Mulyadi Stevani Elisabeth Suci Ayu Latifah Sucipto Hadi Purnomo Sudarmoko Sudirman HN Suhadi Mukhan Suharsono Sukar Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Sunudyantoro Supriyadi Suriani Suryanto Sastroatmodjo Susianna Sutan Iwan Soekri Munaf Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Syahruddin El-Fikri Syaripudin Zuhri Syifa Aulia Syu’bah Asa T.A. Sakti Tammalele Tan Lioe Ie Tasyriq Hifzhillah Taufik Abdullah Taufik Effendi Aria Taufik Ikram Jamil Taufiq Wr. Hidayat TE. Priyono Teguh Winarsho AS Tenas Effendy Tengsoe Tjahjono Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tias Tatanka Tito Sianipar Tjahjono EP Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Tjut Zakiyah Anshari Topik Mulyana Tosa Poetra Tri Harun Syafii TS Pinang Tu-ngang Iskandar Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Ballah Umbu Landu Paranggi Umi Kulsum Uniawati Universitas Indonesia Usman Arrumy Usman D.Ganggang Utada Kamaru UU Hamidy Viddy AD Daery W.S. Rendra Wa Ode Wulan Ratna Wahib Muthalib Wahyudi Akmaliah Muhammad Wardjito Soeharso Wawan Eko Yulianto Wawancara Wayan Sunarta Weli Meinindartato Wicaksono Widodo DS Wina Karnie Wisran Hadi Wong Wing King Yan Maniani Yanti Mulatsih Yanuar Arifin Yasser Arafat Yaumu Roikha Yetti A. KA Yohanes Padmo Adi Nugroho Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yudhi Ms Yudhistira ANM Massardi Yulianna Yurnaldi Yusi A. Pareanom Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusrizal KW Yuyun Ifa Naliah Zaim Rofiqi Zainal Arifin Thoha Zakki Amali Zakky Zulhazmi Zawawi Se Zehan Zareez Zelfeni Wimra Zuarman Ahmad Zulfikar Akbar