Rabu, 03 September 2008

SUARA-SUARA SAKTI

KRT. Suryanto Sastroatmodjo

Bukankah setiap suara mempunyai gemanya sendiri? Bukankah tiap bunyi yang menderas dan menjuntak niscaya akan segera menemukan ‘tatapan ke bidang datar’ yang membuatnya segera hincit dan menjerit? Di kala diriku akan menghitung pilahan bunyi yang muncul dari permukaan bumi ini, terasalah bahwa aku menemukan suara-suara sakti. Suara, yang bukan lagi dipersoalkan sebagai ‘sawur sekar’ yang tersebar dan terserak – melainkan suatu tetawur yang memiliki sempyur-sempyur yang mengucapkan penggenahannya.

Rekanita Wijayanti.
Tiapkali mengedarkan buku puisi-album pada akhir tahun pelajaran di sekolah, kupikir teman-teman akan mempunyai banyak kesempatan untuk menjalin dan memilih rancangan yang dirasakannya paling menawan. Waktu itu, aku agak heran, bahwa diriku masih gamang untuk menyampaikan serbuk-sawuran sanjak. Alangkah aneh. Padahal dikau merupakan kuntum idaman, kembang mewangi yang acap dipercakapkan oleh kaum muda yang sebaya, atau kakak-kakak kelas. Kukira lumrah saja, bahwa anda memiliki keistimewaan yang membuat berpasang mata mengarahkan hamur tajamnya, entah itu menancap di relung-jantung ataukah hanya ujungnya saja yang penyerempet, tanpa meninggalkan luka sedikitpun.

Rekanita Wijayanti.
“Mestikahku mengisinya?” tanyamu kala itu, dengan sorot mata yang menyiratkan keheranan, karena buku berhalaman kosong itu kusodorkan padamu waktu usai pelajaran terakhir. “Warnanya segar, merahjambu. Aku kepingin juga menumbangkan coretan ringan barang segaris. Tapi… mohon jangan hari ini, kak. Soalnya, belum muncul suatu gagasan yang patut digoreskan segera.”
“Kalau saja adik dapat menuliskan sesuatu yang paling berkesan hari ini,” kataku tak mau kalah. Lalu kuletakkan buku bersampul kemerahan tadi di meja sebelah, yang berpolitur halus serta bertaplak batik bergambar sayap-sayap mekar. “Aku tak mendesaknya sekarang. Beberapa garis dapat saja ditorehkan, seikhlas hatimu.” Ah, aku baru takut-takut berani menghadapi gadis remaja. Tak kuduga sesulit ini benar. Tapi Wijayanti telah memiliki nama kondang sebagai pemilik paras ayu dan beberapa kali memenangkan lomba karya ilmiah, yang diperdebatkan para sidang pakar tahun ini. Bahkan tentang kemungkinan mengatasi limbah empang dan sawah yang berdekatan dengan sungai yang telah dicemari pabrik gelas di dekatnya. Hei, hei, hei, aku menyanjung…!

“Sekiranya diperbolehkan aku membawa pulang buku kakak,” ujarnya sekilas. “Dan akan kubawa kira-kira sepekan, sampai kukembalikan dengan karya puisi ala kadarnya yang dapat kutulis sebagai rangkuman, kak…” Aku tergagap mendengar ucapanmu. Bibirmu mungil kemerahan, dan gigi yang membiji mentimun gemerlap mempesona di depanku. Aku menahan nafas. Pikiran tak keruan. Agak alot aku berkata: “Cobalah, adik. Tapi silakan, itu lebih baik.” Sungguh, aku begitu tolol. Kau tentunya punya warna-warni dalam cita rasa.

Waktu dirimu berlalu bersama teman-teman yang ketawa cekikikan, aku serasa beruntung sekali. Alangkah pemurahnya sinar surya siang ini menebarkan corak kuning-cerah pada dinding dan bangku-bangku dekat Perpustakaan Sekolah. Pot-pot kecil dari keramik yang berwarna coklat muda dan oranye, hanya ditumbuhi krokot dan cactus alit-alit bercumplikan, dengan bunga sebesar matacincin, agak kemerahan. Nampaknya seperti penghias teras yang agak terlupakan. Angin temarang berkesiur lembut, dan aku memberanikan diri untuk merokok dekat kursi di pintu keluar. Sebatang rokok putih Escort yang enteng, dengan kepulan tipis sekali. Suara para remaja yang bergunjing tentang gurunya, tentang sesama teman, kedengaran sayup dan keras dari situ.

Teringatlah aku akan jabattanganmu pada beberapa bulan berselang, pada pesta ulangtahun sahabat kita, Rika. Musik seronok tak kuasa merenggutkan penampilanmu yang anggun, di antara gurau, derai-tawa, ragam bunga.

Rekanita Wijayanti.
Pergulingan hayat memerlukan tiarap dan tungging merayap atau menyelempang. Pergulingan untuk membina pahatantalam harap, niscaya juga mendorong lahirnya kasih nan tulus. Dalam hentakan yang betapapun kerasnya, manusia bertarung melawan keringkihannya sendiri – dan dia tak bisa hanya menganggap pihak lain sebagai seteru, tanpa membahas-mengupasnya lebih arif. Aku ingat, rekanita, bahwa salah satu goresan sanjakmu di buku merahjambu itu berbunyi sebagai berikut:

“Tilingan nalar – pada ‘nusia yang terkapar
Laguan kawi, rawikan suci – gemintang terkawal
Dewan yang merembug musyawarah damai dunia
Serahkan tajuk mahkota bertiara kebangkitan
Berpaling dari lampah-lampah dan gulat penuh luka
Menghampiri laku-batin resik gumrining – Viva!”

Maka kertas itu kubuka, dan pagina-pagina lembut mengembangkan bayangan liris. Seraya menatapi kalimat yang terhidang, kumerasakan hadirmu, anggunmu, kemanisanmu. Memang, sepuluh hari telah kaukembalikan kitab yang kaupinjam itu, dan kau mengisinya dengan tulisan yang rampak, teratur, lancip-lancip serta menyampaikan bisikan sukmamu yang sempurna. Di situ dada merasakan gemontang lonceng fatwa, yang kumandangnya memenuhi dada. Benar kata seorang sahabatku, dirimu mampu membangunkan cerlang kawicaksanan. Melalui puisi ginelar, seucap nirmala mengandung keterbukaan roh nan lapang!

Rekanita Wijayanti!
Walaupun sang waktu lebih punya hak-bicara, kita toh tak hanya pasrah kepada debu sejarah. Dalam perbandingan antara kenikmatan merengkuh keindahan, dengan emosi yang menyatu, sedangkan di pihak lain terdapat sembahan lugas – maka kita menjelmakan lintangjiwa. Dalam harungan pangestu yang tergamblang, anak manusia menjadi intaiannya. Maka serasa melayap-layap di tengah impian yang berkabut, manakala kita bergerak sebagai pemandu suasana. Ibaratnya tambah dewasanya satu-dayungan, maka tambah dewasalah dayungan lain yang menunggu. Kita merasa ada beban yang tanggal dari tubuh ini.

Harungan yang mengebat kehidupan telah menukas, hingga ke satu titik terkecil. Dengan sikap tinarbuka, sebenarnya manusia merupakan suatu sasaran, sedangkan peri-hayat-insani sebagai permasalahan, tetaplah merupakan rincian. Tiada yang dapat diperkirakan dari penghayatan yang sifatnya pendahuluan – sedangkan pada titik akhir kelak, kearifan mencuat tinggi. Kita, saudaraku yang teguh-hati, marilah kita menunggu babak-babak yang diarah-hadapkan. Siapa tahu, ada yang mekar-mengembang di baliknya!

Rekanita Wijayanti!
Sembari berpegang pada titiwanci yang mengupas belah-belahan hasrat terpendam, marilah kita menjenguk ke dalam sanubari yang masih putih. Adakah yang terlintas pada lazuardi menggelanggang semesta – di mana mungkin terdapat bisikan firdausi, untukku, untukmu, untuk kita? Suara-suara sakti yang melanggengkan ke-wigati-an seorang penabur, sebenarnya bakal dihadapkan pada kidung-kandung, sementara bidang kita berdiri bertambah gagah. Suara sakti terngiang dari kepompong-kepompong yang melingkari bukit hati.
---
*) Tanggung jawab penulisan pada PuJa

Tidak ada komentar:

A Khoirul Anam A Qorib Hidayatullah A Rodhi Murtadho A. Yusrianto Elga A. Zakky Zulhazmi A.S. Laksana Aang Fatihul Islam Aba Mardjani Abd. Mun’im Abdul Aziz Rasjid Abdul Gaffar Ruskhan Abdul Hadi W. M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Malik Abdul Muis Abdul Wachid BS Abdullah Khusairi Abidah El Khalieqy Abimardha Kurniawan Abroorza A. Yusra Abu Salman Acep Iwan Saidi Achmad Farid Tuasikal Adek Alwi Adi Marsiela Adian Husaini Adib Muttaqin Asfar Adji Subela Afandi Sido Afriza Hanifa Afrizal Malna Ageng Wuri R. A. Ags. Arya Dipayana Aguk Irawan M.N. Agus B. Harianto Agus Bing Agus Noor Agus R. Sarjono Agus R. Subagyo Agus Sri Danardana Agus Sulton Agus Sunyoto Agus Wibowo Agus Wirawan Agusri Junaidi AH J Khuzaini Ahda Imran Ahid Hidayat Ahm Soleh Ahmad Asyhar Ahmad Farid Yahya Ahmad Fuadi Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Musthofa Haroen Ahmad Rofiq Ahmad Suhendra Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Aini Aviena Violeta Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Akhmad Sekhu Al Azhar Riau Al-Fairish Alex R. Nainggolan Alexander G.B. Alfian Zainal Aliansyah Alimuddin Almania Rohmah Alunk Estohank Amien Kamil Amien Wangsitalaja Anata Siregar Andi Sutisno Andy Riza Hidayat Anies Baswedan Anindita S Thayf Anis Ceha Anis Faridatur Rofiah Anjrah Lelono Broto Anna Subekti Anton Kurnia Ari Hidayat Ari Kristianawati Arie MP Tamba Arief Junianto Aris Kurniawan Arti Bumi Intaran Arul Arista AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Atiqurrahman Awalludin GD Mualif Ayu Purwaningsih Babe Derwan Bakdi Soemanto Balada Bale Aksara Bamby Cahyadi Bandung Mawardi Bayu Dwi Mardana Bellanissa Zoditama Beni Setia Benny Arnas Beno Siang Pamungkas Berita Berita Duka Bernando J. Sujibto Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Bokor Hutasuhut Brunel University London BSW Adjikoesoemo Budaya Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budiawan Dwi Santoso Bur Rasuanto Burhanuddin Bella Bustan Basir Maras Catatan Catullus CB. Ismulyadi Cerbung Cerita Rakyat Cerpen Chavchay Syaifullah Cikie Wahab Cunong Nunuk Suraja D Zawawi Imron Dad Murniah Dadang Ari Murtono Dahlia Rasyad Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Danarto Daniel Paranamesa Darju Prasetya Darman Djamaluddin Darman Moenir Dasman Djamaluddin David Krisna Alka Dea Anugrah Dedy Tri Riyadi Denny JA Denny Mizhar Desi Sommalia Gustina Dewi Anggraeni Dharma Setyawan Dian Hartati Didi Arsandi Dina Oktaviani Dipo Handoko Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Doddi Ahmad Fauji Doddy Hidayatullah Dodi Chandra Dodiek Adyttya Dwiwanto Dody Kristianto Donny Anggoro Dony P. Herwanto Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Klik Santosa Dwi Pranoto Dwicipta Edy A Effendi Edy Firmansyah Eka Budianta Eka Fendri Putra Eka Kurniawan Eko Darmoko Ellyzan Katan Elnisya Mahendra Emha Ainun Nadjib Endah Imawati Eni Suryanti Eny Rose Eriyandi Budiman Eriyanti Erwin Edhi Prasetya Erwin Setia Esai Evan Ys Evi Idawati F Rahardi Fadly Rahman Fahrudin Nasrulloh Faizah Sirajuddin Faizal Syahreza Fajar Alayubi Fakhrunnas M.A. Jabbar Fanny Chotimah Fariz al-Nizar Fariz Alneizar Faruk HT Fatah Anshori Fatah Yasin Noor Fathurrahman Karyadi Fatimah Wahyu Sundari Fauzan Santa Fazabinal Alim Festival Sastra Gresik Fikri MS Fiksi Mini Fransisca Dewi Ria Utari Franz Kafka Fuad Anshori Furqon Abdi Fuska Sani Evani Gendhotwukir Gendut Riyanto Gerson Poyk Gita Pratama Goenawan Mohamad Gola Gong Grathia Pitaloka Gregorio Lopez y’ Fuentes Gugun El-Guyanie Gunawan Budi Susanto Gus Noy H.H. Tokoro Hadi Napster Hamberan Syahbana Hamdy Salad Hamsad Rangkuti Han Gagas Hang Kafrawi Hani Pudjiarti Hanna Fransisca Hardi Hamzah Hardjono WS Haris del Hakim Haris Priyatna Harris Maulana Hary B. Kori'un Hasan Al Banna Hasan Junus Hasbullah Said Hasnan Bachtiar HE. Benyamine Heidi Arbuckle Helmi Y Haska Helvy Tiana Rosa Hendra Junaedi Hendri Nova Herdoni Syafriansyah Heri Kurniawan Heri Latief Heri Ruslan Herman RN Hermawan Aksan Hermien Y. Kleden Herry Lamongan Holy Adib Humaidiy AS Husni Anshori I Nyoman Darma Putra I Nyoman Tingkat I Wayan Artika Ibnu Wahyudi Ida Farida Ignas Kleden Ilham Khoiri Imam Cahyono Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Tohari Indra Tranggono Indrian Koto Irwan Kelana Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Noe Isma Swastiningrum Ismi Wahid Iwan Gardono Sujatmiko Iwan Gunadi Iwan Kurniawan Iwan Nurdaya Djafar Iwank J.S. Badudu Janoary M Wibowo Javed Paul Syatha JILFest 2008 JJ. Kusni Jodhi Yudono Joko Novianto Bp Joko Pinurbo Jones Gultom Jual Buku Paket Hemat Jusuf AN Kadek Suartaya Karya Lukisan: Andry Deblenk Kasnadi Kedung Darma Romansha Kenedi Nurhan Khaerudin Kurniawan Khaerul Anwar Ki Sugito Ha Es Kirana Kejora Komunitas Deo Gratias Korrie Layun Rampan Kritik Sastra Kunthi Hastorini Kuntowijoyo Kurie Suditomo Kurnia Effendi Kurniawan Kuswinarto La Ode Rabbani Lathifa Akmaliyah Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember Leon Agusta Lily Siti Multatuliana Lily Yulianti Farid Lina Kelana Liza Wahyuninto Lona Olavia Lugiena Dé M Fadjroel Rachman M Farid W Makkulau M Syakir M. Dawam Rahardjo M. Faizi M. Mustafied M. Raudah Jambak M. Taufan Musonip M. Yoesoef M.D. Atmaja M.Th. Krishdiana Putri Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Maklumat Sastra Profetik Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mangun Kuncoro Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria D. Andriana Maria Magdalena Bhoernomo Mariana Amiruddin Maryati Marzuzak SY Mashuri Maulana Syamsuri Media: Crayon on Paper Mega Vristian MG. Sungatno Misbahus Surur Mofik el-abrar Moh. Amir Sutaarga Moh. Ghufron Cholid Mohammad Hatta Mohammad Kh. Azad Mohammad Takdir Ilahi Much. Khoiri Muhamad Taslim Dalma Muhammad Rain Muhammad Subhan Muhammad Yasir Muhammadun A.S Muhidin M Dahlan Mujtahid Mulyawan Karim Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Mustofa W Hasyim N Teguh Prasetyo N. Mursidi Nadhi Kiara Zifen Nana Riskhi Susanti Nanang Suryadi Naskah Teater Nasrulloh Habibi Neva Tuhella Nietzsche Nirwan Dewanto Nizar Qabbani Noor H. Dee Nova Christina Novelet Nunung Nurdiah Nur Wachid Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurman Hartono Nuryana Asmaudi Nyoman Tusthi Eddy Obrolan Oky Sanjaya Oyos Saroso HN P Ari Subagyo Pagelaran Musim Tandur Pamusuk Eneste Panji Satrio PDS H.B. Jassin Penerbit dan Toko Buku PUstaka puJAngga Pipiet Senja Pramoedya Ananta Toer Pringadi AS Pringgo HR Prosa Puisi Puji Santosa Purnawan Andra PUstaka puJAngga Putu Fajar Arcana Putu Satria Kusuma Putu Wijaya R Masri Sareb Putra R. Adhi Kusumaputra R. Timur Budi Raja R.N. Bayu Aji Radhar Panca Dahana Ragdi F. Daye Rahmi Hattani Raja Ali Haji Raju Febrian Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rama Dira J Rama Prabu Ramadhan KH Ramon Magsaysay Ramses Ohee Ratih Kumala Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Ressa Novita Ressa Sagitariana Putri Ria Ristiana Dewi Rialita Fithra Asmara Ribut Wijoto Rida K Liamsi Rifka Sibarani Rilda A. Oe. Taneko Rilda A.Oe. Taneko Rimbun Natamarga Rinto Andriono Risang Anom Pujayanto Rita Zahara Riyon Fidwar Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Rohman Budijanto Rukardi S Yoga S. Jai S. Takdir Alisyahbana S.W. Teofani Sabrank Suparno Sahaya Santayana Sajak Sajak Sebatang Lisong Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Salman S. Yoga Salyaputra Samson Rambah Pasir Samsudin Adlawi Sanie B. Kuncoro Santy Novaria Sapardi Djoko Damono Sarabunis Mubarok Sartika Dian Nuraini Sasti Gotama Sastra Nusantara Satmoko Budi Santoso Satriani Saut Poltak Tambunan Saut Situmorang Sekolah Literasi Gratis (SLG) Selasih Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shadiqin Sudirman Shiny.ane el’poesya Shourisha Arashi Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sindu Putra Siska Afriani Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Slamet Samsoerizal Sobih Adnan Sofyan RH. Zaid Solihin Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sony Wibisono Sosiawan Leak Sri Wintala Achmad Sri Wulan Rujiati Mulyadi Stevani Elisabeth Suci Ayu Latifah Sucipto Hadi Purnomo Sudarmoko Sudirman HN Suhadi Mukhan Suharsono Sukar Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Sunudyantoro Supriyadi Suriani Suryanto Sastroatmodjo Susianna Sutan Iwan Soekri Munaf Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Syahruddin El-Fikri Syaripudin Zuhri Syifa Aulia Syu’bah Asa T.A. Sakti Tammalele Tan Lioe Ie Tasyriq Hifzhillah Taufik Abdullah Taufik Effendi Aria Taufik Ikram Jamil Taufiq Wr. Hidayat TE. Priyono Teguh Winarsho AS Tenas Effendy Tengsoe Tjahjono Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tias Tatanka Tito Sianipar Tjahjono EP Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Tjut Zakiyah Anshari Topik Mulyana Tosa Poetra Tri Harun Syafii TS Pinang Tu-ngang Iskandar Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Ballah Umbu Landu Paranggi Umi Kulsum Uniawati Universitas Indonesia Usman Arrumy Usman D.Ganggang Utada Kamaru UU Hamidy Viddy AD Daery W.S. Rendra Wa Ode Wulan Ratna Wahib Muthalib Wahyudi Akmaliah Muhammad Wardjito Soeharso Wawan Eko Yulianto Wawancara Wayan Sunarta Weli Meinindartato Wicaksono Widodo DS Wina Karnie Wisran Hadi Wong Wing King Yan Maniani Yanti Mulatsih Yanuar Arifin Yasser Arafat Yaumu Roikha Yetti A. KA Yohanes Padmo Adi Nugroho Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yudhi Ms Yudhistira ANM Massardi Yulianna Yurnaldi Yusi A. Pareanom Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusrizal KW Yuyun Ifa Naliah Zaim Rofiqi Zainal Arifin Thoha Zakki Amali Zakky Zulhazmi Zawawi Se Zehan Zareez Zelfeni Wimra Zuarman Ahmad Zulfikar Akbar