Jumat, 16 Januari 2009

Kritikus Sastra Temukan Larik-larik Ajaib pada Karya Azwina

Yurnaldi
http://www.kompas.com/

Peluncuran dua buku puisi karya penyair Azwina Aziz Miraza; Tuhan, Aku Sendirian dan Di Setengahnya adalah Kita oleh Komunitas Sastra Indonesia (KSI) bekerjasama dengan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Jumat (16/1) di Jakarta, menarik kalangan sastrawan, budayawan, dan dosen dan mahasiswa perguruan tinggi. Kritikus dan pakar sastra dari Universitas Indonesia, Maman S Mahayana, menemukan kata dan kalimat yang membangunan larik-larik ajaib.

Bahkan, doktor lulusan Universitas Gadjah Mada Wahyu Wibowo yang kini pengajar dan lektor kepala di Universitas Nasional, mencermati gaya kepenyairan Azwina yang ontologis, sebuah fenomena menarik. Bengkel Sastra Ibukota (BSI), Azwina, puisi, dan era-1980-an adalah fenomena ketika dunia sastra Indonesia masih dihegemoni dua kutub: Taman Ismail Marzuki dan perguruan tinggi, katanya.

Peluncuran dan bedah buku puisi Azwina Aziz Miraza adalah untuk mengenang kepenyairannya. Azwina yang telah berpulang ke Rahmatullah, 8 September 2008. Azwina (48) tidak hanya meninggalkan tiga putri; Kiki, Riri, dan Puput, serta suami Hendry Ch Bangun. Tetapi juga meninggalkan banyak puisi yang belum sempat terpublikasi dan diterbitkan. S emasa hidup puisi-puisi dan cerpen Azwina sudah diterbitkan sedikitnya ke dalam 10 buku kumpulan puisi tunggal dan beberapa antologi penyair perempuan Indonesia.

Maman S Mahayana mengatakan, tema apa pun yang diangkat Azwina, dirasakan ada sesuatu yang sengaja dihadirkan, sekaligus juga sengaja disembunyikan. Di sana, ada ruh yang menjiwai segenap puisinya. Secara tematik setiap puisinya menyembulkan pesan dan makna tertentu, tetapi juga sekaligus menyembnyikan makna lain.

Jadi ada dua sisi yang seperti berlawanan , tetapi bukan sebagai kontradiksi. Kedua kutub yang saling berlawanan itu, justru sesungguhnya mengalir berkelindan. Di situlah keajaibannya. Ia membangun paradoks yang saling mengejar makna. Ia mungkin t ak cukup puas menawarkan metafora, maka di sana, tersedia pula sayap lain untuk menghadirkan kata-kata bersayap, jelasnya.

Hal lain yang juga terasa segar dalam puisi-puisi Azwina adalah semangatnya dalam melakukan eksploitasi bahasa. Usaha penciptaan metafora dan paradoks yang mencoba menghindar bentuk klise itu terasa tidak sekadar asal enak dibaca melalui permainan kesamaan bunyi akhir, tetapi ia justru memberi bobot pada tema-tema yang diusungnya. Di situ pula keajaiban yang lain muncul lagi.

Saya berhadapan dengan begitu banyak tema yang berhubungan dengan problem eksistensial ketika Tuhan berada entah di mana, tetapi terasa begitu dekat. Rangkaian tema spiritualitas perhubungan manusia dengan Tuhan dalam puisi-puisi Azwina agak berbeda dengan tema sejenis yang pernah diangkat penyair lain. Sebutlah kompleks kerinduan manusia den gan Tuhan yang dapat kita telusuri pada puisi-puisi Abdul Hadi WM, Amir Hamzah, Hamzah Fansuri sampai terus ke belakang memasuki puisi-puisi penyair sufi, jelas Maman.

Azwina menurut dia, kedekatannya dengan Tuhan justru digunakan sebagai spirit untuk memasuki problem sosial, dan bukan sebagai hasrat hendak menyatu dengan Tuhan: manunggaling kawula Gusti. T uhan tetap diperlakukan sebagai misteri yang menakjubkan. Tetapi tidak untuk melupakan tanggung jawabnya atas kehidupan di sekitar. J adi, kecintaannya pada Tuhan, bukan sebagai usaha untuk berjumpa dengan Dia, melainkan agar ada spirit menjejakkan kaki dalam kehidupan sosial.

Sedangkan Wahyu Wibowo melukiskan puisi Azwina benar-benar jatuh dari langit. Intuisi, persepsi, intelektualitas, diksi, dan argumentasi pada dirinya lebih diasahnya secara ontologis, yakni melalui perenungan dan pengalaman. Puisnya menyiratkan tiruan alam, jatuh dari langit batinnya.

Pencitraan yang dibangun Azwina melalui kesadaran ontologisnya itu, dilakukan terus menerus, sehingga dapat dipahami sebagai gaya kepenyairannya, ujarnya.

Kurnia Effendi yang juga menjadi narasumber, menilai idiom-idiom dalam puisi-puisi Azwina menarik. Padahal, ia mencipta puisi sekali jadi, bagai air mengalir.


Tidak ikut campur

Sebelumya, ketika memberikan sambutan, suami almarhumah, Hendry Ch Bangun, puisi-puisi Azwina yang belum diterbitkan banyak sekali. Sebagian besar puisinya di buku Tuhan, Aku Sendirian yang semula diterbitkan 12 Mei 2008 ini menggambarkan hal-hal spiritual yang dia alami dan dia rasa perlu tuangkan dengan rasa puitis estetis yang memang sudah dia miliki, sehingga layak menjadi sebuah karya sastra.

Ada pula yang sebenarnya sekadar gambaran, tetapi sengaja dimuat untuk memperjelas pengalaman batin yang dialaminya, katanya.

Memberi pengantar di buku Tuhan, Aku Sendirian diakui Hendry sebagai pertama kali, dari sekian buku yang dibuat Azwina.

Ketika masih pacaran, kami membuat buku yang berisi puisi kami berdua dengan judul Tango Kota Air yang kami jadikan kado pernikahan bulan Mei 1983. Setelah itu saya berhenti dan dia terus mencipta. Namun, saya membatasi dir i untuk tidak ikut campur, meski sekadar untuk konsultasi karena saya tahu diri, tidak memiliki bakat sebesar dia, cerita Hendry.

Janji Hendry untuk membuat buku kompilasi yang akan memuat puisi-puisi terbaiknya sejak remaja sampai kumpulan terakhir, sudah terwujud dengan terbitnya buku Di Setengahnya adalah Kita, yang diluncurkan bersamaan dengan buku Tuhan, Aku Sendirian.

Pada acara bedah buku, sejumlah sejawat dan teman almarhumah membacakan puisi dan komentar, antara lain Wowok Hesti Prabowo, Remi Novaris DM, Adek Alwi, Hamsad Rangkuti, Diah Hadaning, dan Darmadi.

Tidak ada komentar:

A Khoirul Anam A Qorib Hidayatullah A Rodhi Murtadho A. Yusrianto Elga A. Zakky Zulhazmi A.S. Laksana Aang Fatihul Islam Aba Mardjani Abd. Mun’im Abdul Aziz Rasjid Abdul Gaffar Ruskhan Abdul Hadi W. M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Malik Abdul Muis Abdul Wachid BS Abdullah Khusairi Abidah El Khalieqy Abimardha Kurniawan Abroorza A. Yusra Abu Salman Acep Iwan Saidi Achmad Farid Tuasikal Adek Alwi Adi Marsiela Adian Husaini Adib Muttaqin Asfar Adji Subela Afandi Sido Afriza Hanifa Afrizal Malna Ageng Wuri R. A. Ags. Arya Dipayana Aguk Irawan M.N. Agus B. Harianto Agus Bing Agus Noor Agus R. Sarjono Agus R. Subagyo Agus Sri Danardana Agus Sulton Agus Sunyoto Agus Wibowo Agus Wirawan Agusri Junaidi AH J Khuzaini Ahda Imran Ahid Hidayat Ahm Soleh Ahmad Asyhar Ahmad Farid Yahya Ahmad Fuadi Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Musthofa Haroen Ahmad Rofiq Ahmad Suhendra Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Aini Aviena Violeta Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Akhmad Sekhu Al Azhar Riau Al-Fairish Alex R. Nainggolan Alexander G.B. Alfian Zainal Aliansyah Alimuddin Almania Rohmah Alunk Estohank Amien Kamil Amien Wangsitalaja Anata Siregar Andi Sutisno Andy Riza Hidayat Anies Baswedan Anindita S Thayf Anis Ceha Anis Faridatur Rofiah Anjrah Lelono Broto Anna Subekti Anton Kurnia Ari Hidayat Ari Kristianawati Arie MP Tamba Arief Junianto Aris Kurniawan Arti Bumi Intaran Arul Arista AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Atiqurrahman Awalludin GD Mualif Ayu Purwaningsih Babe Derwan Bakdi Soemanto Balada Bale Aksara Bamby Cahyadi Bandung Mawardi Bayu Dwi Mardana Bellanissa Zoditama Beni Setia Benny Arnas Beno Siang Pamungkas Berita Berita Duka Bernando J. Sujibto Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Bokor Hutasuhut Brunel University London BSW Adjikoesoemo Budaya Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budiawan Dwi Santoso Bur Rasuanto Burhanuddin Bella Bustan Basir Maras Catatan Catullus CB. Ismulyadi Cerbung Cerita Rakyat Cerpen Chavchay Syaifullah Cikie Wahab Cunong Nunuk Suraja D Zawawi Imron Dad Murniah Dadang Ari Murtono Dahlia Rasyad Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Danarto Daniel Paranamesa Darju Prasetya Darman Djamaluddin Darman Moenir Dasman Djamaluddin David Krisna Alka Dea Anugrah Dedy Tri Riyadi Denny JA Denny Mizhar Desi Sommalia Gustina Dewi Anggraeni Dharma Setyawan Dian Hartati Didi Arsandi Dina Oktaviani Dipo Handoko Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Doddi Ahmad Fauji Doddy Hidayatullah Dodi Chandra Dodiek Adyttya Dwiwanto Dody Kristianto Donny Anggoro Dony P. Herwanto Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Klik Santosa Dwi Pranoto Dwicipta Edy A Effendi Edy Firmansyah Eka Budianta Eka Fendri Putra Eka Kurniawan Eko Darmoko Ellyzan Katan Elnisya Mahendra Emha Ainun Nadjib Endah Imawati Eni Suryanti Eny Rose Eriyandi Budiman Eriyanti Erwin Edhi Prasetya Erwin Setia Esai Evan Ys Evi Idawati F Rahardi Fadly Rahman Fahrudin Nasrulloh Faizah Sirajuddin Faizal Syahreza Fajar Alayubi Fakhrunnas M.A. Jabbar Fanny Chotimah Fariz al-Nizar Fariz Alneizar Faruk HT Fatah Anshori Fatah Yasin Noor Fathurrahman Karyadi Fatimah Wahyu Sundari Fauzan Santa Fazabinal Alim Festival Sastra Gresik Fikri MS Fiksi Mini Fransisca Dewi Ria Utari Franz Kafka Fuad Anshori Furqon Abdi Fuska Sani Evani Gendhotwukir Gendut Riyanto Gerson Poyk Gita Pratama Goenawan Mohamad Gola Gong Grathia Pitaloka Gregorio Lopez y’ Fuentes Gugun El-Guyanie Gunawan Budi Susanto Gus Noy H.H. Tokoro Hadi Napster Hamberan Syahbana Hamdy Salad Hamsad Rangkuti Han Gagas Hang Kafrawi Hani Pudjiarti Hanna Fransisca Hardi Hamzah Hardjono WS Haris del Hakim Haris Priyatna Harris Maulana Hary B. Kori'un Hasan Al Banna Hasan Junus Hasbullah Said Hasnan Bachtiar HE. Benyamine Heidi Arbuckle Helmi Y Haska Helvy Tiana Rosa Hendra Junaedi Hendri Nova Herdoni Syafriansyah Heri Kurniawan Heri Latief Heri Ruslan Herman RN Hermawan Aksan Hermien Y. Kleden Herry Lamongan Holy Adib Humaidiy AS Husni Anshori I Nyoman Darma Putra I Nyoman Tingkat I Wayan Artika Ibnu Wahyudi Ida Farida Ignas Kleden Ilham Khoiri Imam Cahyono Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Tohari Indra Tranggono Indrian Koto Irwan Kelana Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Noe Isma Swastiningrum Ismi Wahid Iwan Gardono Sujatmiko Iwan Gunadi Iwan Kurniawan Iwan Nurdaya Djafar Iwank J.S. Badudu Janoary M Wibowo Javed Paul Syatha JILFest 2008 JJ. Kusni Jodhi Yudono Joko Novianto Bp Joko Pinurbo Jones Gultom Jual Buku Paket Hemat Jusuf AN Kadek Suartaya Karya Lukisan: Andry Deblenk Kasnadi Kedung Darma Romansha Kenedi Nurhan Khaerudin Kurniawan Khaerul Anwar Ki Sugito Ha Es Kirana Kejora Komunitas Deo Gratias Korrie Layun Rampan Kritik Sastra Kunthi Hastorini Kuntowijoyo Kurie Suditomo Kurnia Effendi Kurniawan Kuswinarto La Ode Rabbani Lathifa Akmaliyah Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember Leon Agusta Lily Siti Multatuliana Lily Yulianti Farid Lina Kelana Liza Wahyuninto Lona Olavia Lugiena Dé M Fadjroel Rachman M Farid W Makkulau M Syakir M. Dawam Rahardjo M. Faizi M. Mustafied M. Raudah Jambak M. Taufan Musonip M. Yoesoef M.D. Atmaja M.Th. Krishdiana Putri Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Maklumat Sastra Profetik Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mangun Kuncoro Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria D. Andriana Maria Magdalena Bhoernomo Mariana Amiruddin Maryati Marzuzak SY Mashuri Maulana Syamsuri Media: Crayon on Paper Mega Vristian MG. Sungatno Misbahus Surur Mofik el-abrar Moh. Amir Sutaarga Moh. Ghufron Cholid Mohammad Hatta Mohammad Kh. Azad Mohammad Takdir Ilahi Much. Khoiri Muhamad Taslim Dalma Muhammad Rain Muhammad Subhan Muhammad Yasir Muhammadun A.S Muhidin M Dahlan Mujtahid Mulyawan Karim Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Mustofa W Hasyim N Teguh Prasetyo N. Mursidi Nadhi Kiara Zifen Nana Riskhi Susanti Nanang Suryadi Naskah Teater Nasrulloh Habibi Neva Tuhella Nietzsche Nirwan Dewanto Nizar Qabbani Noor H. Dee Nova Christina Novelet Nunung Nurdiah Nur Wachid Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurman Hartono Nuryana Asmaudi Nyoman Tusthi Eddy Obrolan Oky Sanjaya Oyos Saroso HN P Ari Subagyo Pagelaran Musim Tandur Pamusuk Eneste Panji Satrio PDS H.B. Jassin Penerbit dan Toko Buku PUstaka puJAngga Pipiet Senja Pramoedya Ananta Toer Pringadi AS Pringgo HR Prosa Puisi Puji Santosa Purnawan Andra PUstaka puJAngga Putu Fajar Arcana Putu Satria Kusuma Putu Wijaya R Masri Sareb Putra R. Adhi Kusumaputra R. Timur Budi Raja R.N. Bayu Aji Radhar Panca Dahana Ragdi F. Daye Rahmi Hattani Raja Ali Haji Raju Febrian Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rama Dira J Rama Prabu Ramadhan KH Ramon Magsaysay Ramses Ohee Ratih Kumala Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Ressa Novita Ressa Sagitariana Putri Ria Ristiana Dewi Rialita Fithra Asmara Ribut Wijoto Rida K Liamsi Rifka Sibarani Rilda A. Oe. Taneko Rilda A.Oe. Taneko Rimbun Natamarga Rinto Andriono Risang Anom Pujayanto Rita Zahara Riyon Fidwar Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Rohman Budijanto Rukardi S Yoga S. Jai S. Takdir Alisyahbana S.W. Teofani Sabrank Suparno Sahaya Santayana Sajak Sajak Sebatang Lisong Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Salman S. Yoga Salyaputra Samson Rambah Pasir Samsudin Adlawi Sanie B. Kuncoro Santy Novaria Sapardi Djoko Damono Sarabunis Mubarok Sartika Dian Nuraini Sasti Gotama Sastra Nusantara Satmoko Budi Santoso Satriani Saut Poltak Tambunan Saut Situmorang Sekolah Literasi Gratis (SLG) Selasih Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shadiqin Sudirman Shiny.ane el’poesya Shourisha Arashi Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sindu Putra Siska Afriani Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Slamet Samsoerizal Sobih Adnan Sofyan RH. Zaid Solihin Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sony Wibisono Sosiawan Leak Sri Wintala Achmad Sri Wulan Rujiati Mulyadi Stevani Elisabeth Suci Ayu Latifah Sucipto Hadi Purnomo Sudarmoko Sudirman HN Suhadi Mukhan Suharsono Sukar Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Sunudyantoro Supriyadi Suriani Suryanto Sastroatmodjo Susianna Sutan Iwan Soekri Munaf Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Syahruddin El-Fikri Syaripudin Zuhri Syifa Aulia Syu’bah Asa T.A. Sakti Tammalele Tan Lioe Ie Tasyriq Hifzhillah Taufik Abdullah Taufik Effendi Aria Taufik Ikram Jamil Taufiq Wr. Hidayat TE. Priyono Teguh Winarsho AS Tenas Effendy Tengsoe Tjahjono Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tias Tatanka Tito Sianipar Tjahjono EP Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Tjut Zakiyah Anshari Topik Mulyana Tosa Poetra Tri Harun Syafii TS Pinang Tu-ngang Iskandar Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Ballah Umbu Landu Paranggi Umi Kulsum Uniawati Universitas Indonesia Usman Arrumy Usman D.Ganggang Utada Kamaru UU Hamidy Viddy AD Daery W.S. Rendra Wa Ode Wulan Ratna Wahib Muthalib Wahyudi Akmaliah Muhammad Wardjito Soeharso Wawan Eko Yulianto Wawancara Wayan Sunarta Weli Meinindartato Wicaksono Widodo DS Wina Karnie Wisran Hadi Wong Wing King Yan Maniani Yanti Mulatsih Yanuar Arifin Yasser Arafat Yaumu Roikha Yetti A. KA Yohanes Padmo Adi Nugroho Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yudhi Ms Yudhistira ANM Massardi Yulianna Yurnaldi Yusi A. Pareanom Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusrizal KW Yuyun Ifa Naliah Zaim Rofiqi Zainal Arifin Thoha Zakki Amali Zakky Zulhazmi Zawawi Se Zehan Zareez Zelfeni Wimra Zuarman Ahmad Zulfikar Akbar