Selasa, 02 Desember 2008

Dari Menulis Sampai Melukis

Mustafa Ismail
http://www.korantempo.com/

Ia seniman serba bisa. Novelis, penyair, musisi, dramawan, juga pelukis.

Ia seniman serba bisa. Novelis, penyair, musisi, dramawan, juga pelukis. Dulu, ia juga wartawan, tapi dia tinggalkan karena ingin menjadi manusia bebas. Remy Silado, orang tidak asing dengan nama ini. Nama itu jauh menenggelamkan nama aslinya, Yapi Panda Abdiel Tambayong, kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 12 Juli 1945. Nama Remy Silado memang unik, juga mudah diingat. Seperti susunan not balok.

Tentu saja karya-karyanyalah yang membuat nama itu dikenal. Salah satu karyanya yang cukup fenomenal adalah Ca Bau Kan, novel yang bercerita tentang kehidupan masyarakat keturunan Tionghoa di Betawi, dengan setting zaman kolonial. Ia menggarap novel dengan membaca banyak sumber dan bergaul dengan orang-orang Tionghoa. Novel ini kemudian diangkat ke layar lebar pada 2001 oleh sutradara Nia Dinata.

Novel lainnya yang berlatar Tionghoa adalah Siau Ling dan Sam Pho Kong. Untuk Sam Pho Kong, ia memakai sekitar 30 acuan. Kisah tokoh itu sendiri sudah ia kenal sejak kecil. Sebab, ia sering menonton wayang Cina di Semarang. Tak hanya itu, bekerjasama dengan PT Annzora Idecitra Semarang, Februari 2002, ia membuat film berdasarkan cerita rakyat Cina Sam Poo Kong itu.

Ia tampak begitu akrab dengan latar belakang Cina ini. "Salah satu yang diakrabi," katanya kepada Tempo. Itu demi melahirkan novel-novelnya. Remy mengaku tertarik menulis tentang Cina, karena hal itu jarang disentuh oleh pengarang lain. Bukan hanya tentang masyarakat Tionghoa, ia juga menulis tentang hal-hal lain, yang jarang dimasuki orang lain.

Khusus ceritanya tentang masyarakat Tionghoa, ia mengaku kerap disalah-persepsikan, bahkan dikecam, oleh kalangan Tionghoa itu sendiri. Itu terjadi misalnya pada novel Ca Bau Kan juga Sian Ling. "Ca Bau Kan banyak membuat orang Cina marah," ujarnya. Mereka menganggap Remy tidak tahu tentang Cina. "Padahal saya lebih tahu dari pada mereka," kata Remy lagi.

Ia memang tidak main-main dalam menulis tentang sesuatu, termasuk cerita tentang masyarakat Tionghoa. Novel-novel yang ditulisnya, tentang apa pun, tidak lepas dari riset mendalam. Ia bahkan memburu bahan-bahan untuk novelnya sampai ke perpustakaan-perpustakaan di luar negeri. Itu membuat novel-novelnya begitu kuat, dari segi cerita, maupun setting tempat dan waktu.

Ada sekitar 50 novel yang kini sudah ditulisnya. Beberapa di antaranya, selain yang disebut di atas, adalah Kerudung Merah Kirmizi, Kembang Jepun, Parijs Van Java, dan lain-lain. Lewat Kerudung Merah Kirmizi, Remy mendapat penghargaan Khatulistiwa Literary Award 2002.

Kini, Remy sedang menggarap sebuah novel baru yang mengambil latar cerita Prancis. "Sudah selesai 80 persen," katanya. Tapi ia belum mau membocorkan cerita novel itu. Yang pasti, untuk menulis itu, ia juga melakukan riset mendalam soal itu, sampai ke negara itu.

Pada 2004 ia menerbitkan puisi-puisi mbeling-nya dalam tajuk Puisi Mbeling Remy Silado. Itu disusul dengan buku kumpulan puisinya bertajuk Kerygma dan Martyria, berisi hampir seribu puisi. Buku setebal 1.056 halaman itu dilengkapi foto lukisan karya Remy Sylado. Itu buku puisi paling tebal yang pernah ada di Indonesia.

Sebagai penyair, Remy dikenal sebagai pelopor puisi mbeling. Hal itu dilakukan dengan memuat puisi-puisi yang mendobrak kaidah-kaidah sastra baku di Majalah Aktuil, Bandung, yang ikut diasuhnya. Hasilnya, puisi-puisi mbeling pun bertaburan, dan menjadi salah satu sejarah dalam dunia perpuisian di Indonesia.

Lelaki yang menguasai beberapa bahasa asing, termasuk Mandarin, Jepang, Arab, Yunani, dan Belanda, ini mulai menulis ketika umur 16 tahun. Adalah guru Bahasa Indonesianya yang mendorong semangatnya untuk terus menulis ketika itu. Kegemarannya membaca sejak kecil, tampaknya ikut mendukung keberhasilannya dalam dunia kepenulisan.

Sejak kecil ia sudah membaca buku-buku berat. Ketika kelas lima SD, Remy sudah mencoba membaca buku teologia, membeli buku berbahasa Inggris, dan mempelajari sejarah, dan mengagumi hampir semua tokoh sejarah. Tapi ia tak betah bersekolah dan lebih suka bermain, suka bolos. Kalau lagi membolos, ia suka pergi berenang dan menangkapi ikan di pantai.

Di luar bidang kepenulisan, Remy juga mengakrabi teater, melukis, dan musik. Dunia teater sudah digandrunginya sejak sekolah dasar. Beberapa waktu lalu ia sempat keliling ke lima kota untuk mementaskan naskah Sam Pho Kong yang diangkat dari novelnya berjudul sama, berlatar Tionghoa. Sekarang, ia mendapat tawaran untuk mementaskan drama itu di Taman Ismail Marzuki Jakarta.

Sebelumnya, drama itu pernah pula dipersaksikan kepada kalangan terbatas Tionghoa di Jakarta. Namun, belum pernah dihidangkan kepada masyarakat umum kota itu. Masih di Jakarta, sebelumnya pada 2001, Remy pernah mementaskan drama berjudul Siau Ling. Drama ini juga diangkat dari novelnya berjudul sama, juga mengambil latar belakang masyarakat Tionghoa.

Di bidang musik, lagu-lagu karyanya bercorak folkrock, country, dan dixie. Dalam pertunjukan teaternya, terutama drama musikal, ia sendiri yang menciptakan lagu-lagunya, termasuk drama Siau Ling itu. Tak hanya itu, ia juga menulis Eksiklopedia Musik Indonesia, di samping menjadi pengamat musik. Sungguh lengkap, ruang ekspresi seninya. Itu semua dilakukan berbarengan: menulis, melukis, berteater, dan menekuni musik.

Tidak ada komentar:

A Khoirul Anam A Qorib Hidayatullah A Rodhi Murtadho A. Yusrianto Elga A. Zakky Zulhazmi A.S. Laksana Aang Fatihul Islam Aba Mardjani Abd. Mun’im Abdul Aziz Rasjid Abdul Gaffar Ruskhan Abdul Hadi W. M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Malik Abdul Muis Abdul Wachid BS Abdullah Khusairi Abidah El Khalieqy Abimardha Kurniawan Abroorza A. Yusra Abu Salman Acep Iwan Saidi Achmad Farid Tuasikal Adek Alwi Adi Marsiela Adian Husaini Adib Muttaqin Asfar Adji Subela Afandi Sido Afriza Hanifa Afrizal Malna Ageng Wuri R. A. Ags. Arya Dipayana Aguk Irawan M.N. Agus B. Harianto Agus Bing Agus Noor Agus R. Sarjono Agus R. Subagyo Agus Sri Danardana Agus Sulton Agus Sunyoto Agus Wibowo Agus Wirawan Agusri Junaidi AH J Khuzaini Ahda Imran Ahid Hidayat Ahm Soleh Ahmad Asyhar Ahmad Farid Yahya Ahmad Fuadi Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Musthofa Haroen Ahmad Rofiq Ahmad Suhendra Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Aini Aviena Violeta Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Akhmad Sekhu Al Azhar Riau Al-Fairish Alex R. Nainggolan Alexander G.B. Alfian Zainal Aliansyah Alimuddin Almania Rohmah Alunk Estohank Amien Kamil Amien Wangsitalaja Anata Siregar Andi Sutisno Andy Riza Hidayat Anies Baswedan Anindita S Thayf Anis Ceha Anis Faridatur Rofiah Anjrah Lelono Broto Anna Subekti Anton Kurnia Ari Hidayat Ari Kristianawati Arie MP Tamba Arief Junianto Aris Kurniawan Arti Bumi Intaran Arul Arista AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Atiqurrahman Awalludin GD Mualif Ayu Purwaningsih Babe Derwan Bakdi Soemanto Balada Bale Aksara Bamby Cahyadi Bandung Mawardi Bayu Dwi Mardana Bellanissa Zoditama Beni Setia Benny Arnas Beno Siang Pamungkas Berita Berita Duka Bernando J. Sujibto Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Bokor Hutasuhut Brunel University London BSW Adjikoesoemo Budaya Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budiawan Dwi Santoso Bur Rasuanto Burhanuddin Bella Bustan Basir Maras Catatan Catullus CB. Ismulyadi Cerbung Cerita Rakyat Cerpen Chavchay Syaifullah Cikie Wahab Cunong Nunuk Suraja D Zawawi Imron Dad Murniah Dadang Ari Murtono Dahlia Rasyad Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Danarto Daniel Paranamesa Darju Prasetya Darman Djamaluddin Darman Moenir Dasman Djamaluddin David Krisna Alka Dea Anugrah Dedy Tri Riyadi Denny JA Denny Mizhar Desi Sommalia Gustina Dewi Anggraeni Dharma Setyawan Dian Hartati Didi Arsandi Dina Oktaviani Dipo Handoko Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Doddi Ahmad Fauji Doddy Hidayatullah Dodi Chandra Dodiek Adyttya Dwiwanto Dody Kristianto Donny Anggoro Dony P. Herwanto Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Klik Santosa Dwi Pranoto Dwicipta Edy A Effendi Edy Firmansyah Eka Budianta Eka Fendri Putra Eka Kurniawan Eko Darmoko Ellyzan Katan Elnisya Mahendra Emha Ainun Nadjib Endah Imawati Eni Suryanti Eny Rose Eriyandi Budiman Eriyanti Erwin Edhi Prasetya Erwin Setia Esai Evan Ys Evi Idawati F Rahardi Fadly Rahman Fahrudin Nasrulloh Faizah Sirajuddin Faizal Syahreza Fajar Alayubi Fakhrunnas M.A. Jabbar Fanny Chotimah Fariz al-Nizar Fariz Alneizar Faruk HT Fatah Anshori Fatah Yasin Noor Fathurrahman Karyadi Fatimah Wahyu Sundari Fauzan Santa Fazabinal Alim Festival Sastra Gresik Fikri MS Fiksi Mini Fransisca Dewi Ria Utari Franz Kafka Fuad Anshori Furqon Abdi Fuska Sani Evani Gendhotwukir Gendut Riyanto Gerson Poyk Gita Pratama Goenawan Mohamad Gola Gong Grathia Pitaloka Gregorio Lopez y’ Fuentes Gugun El-Guyanie Gunawan Budi Susanto Gus Noy H.H. Tokoro Hadi Napster Hamberan Syahbana Hamdy Salad Hamsad Rangkuti Han Gagas Hang Kafrawi Hani Pudjiarti Hanna Fransisca Hardi Hamzah Hardjono WS Haris del Hakim Haris Priyatna Harris Maulana Hary B. Kori'un Hasan Al Banna Hasan Junus Hasbullah Said Hasnan Bachtiar HE. Benyamine Heidi Arbuckle Helmi Y Haska Helvy Tiana Rosa Hendra Junaedi Hendri Nova Herdoni Syafriansyah Heri Kurniawan Heri Latief Heri Ruslan Herman RN Hermawan Aksan Hermien Y. Kleden Herry Lamongan Holy Adib Humaidiy AS Husni Anshori I Nyoman Darma Putra I Nyoman Tingkat I Wayan Artika Ibnu Wahyudi Ida Farida Ignas Kleden Ilham Khoiri Imam Cahyono Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Tohari Indra Tranggono Indrian Koto Irwan Kelana Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Noe Isma Swastiningrum Ismi Wahid Iwan Gardono Sujatmiko Iwan Gunadi Iwan Kurniawan Iwan Nurdaya Djafar Iwank J.S. Badudu Janoary M Wibowo Javed Paul Syatha JILFest 2008 JJ. Kusni Jodhi Yudono Joko Novianto Bp Joko Pinurbo Jones Gultom Jual Buku Paket Hemat Jusuf AN Kadek Suartaya Karya Lukisan: Andry Deblenk Kasnadi Kedung Darma Romansha Kenedi Nurhan Khaerudin Kurniawan Khaerul Anwar Ki Sugito Ha Es Kirana Kejora Komunitas Deo Gratias Korrie Layun Rampan Kritik Sastra Kunthi Hastorini Kuntowijoyo Kurie Suditomo Kurnia Effendi Kurniawan Kuswinarto La Ode Rabbani Lathifa Akmaliyah Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember Leon Agusta Lily Siti Multatuliana Lily Yulianti Farid Lina Kelana Liza Wahyuninto Lona Olavia Lugiena Dé M Fadjroel Rachman M Farid W Makkulau M Syakir M. Dawam Rahardjo M. Faizi M. Mustafied M. Raudah Jambak M. Taufan Musonip M. Yoesoef M.D. Atmaja M.Th. Krishdiana Putri Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Maklumat Sastra Profetik Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mangun Kuncoro Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria D. Andriana Maria Magdalena Bhoernomo Mariana Amiruddin Maryati Marzuzak SY Mashuri Maulana Syamsuri Media: Crayon on Paper Mega Vristian MG. Sungatno Misbahus Surur Mofik el-abrar Moh. Amir Sutaarga Moh. Ghufron Cholid Mohammad Hatta Mohammad Kh. Azad Mohammad Takdir Ilahi Much. Khoiri Muhamad Taslim Dalma Muhammad Rain Muhammad Subhan Muhammad Yasir Muhammadun A.S Muhidin M Dahlan Mujtahid Mulyawan Karim Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Mustofa W Hasyim N Teguh Prasetyo N. Mursidi Nadhi Kiara Zifen Nana Riskhi Susanti Nanang Suryadi Naskah Teater Nasrulloh Habibi Neva Tuhella Nietzsche Nirwan Dewanto Nizar Qabbani Noor H. Dee Nova Christina Novelet Nunung Nurdiah Nur Wachid Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurman Hartono Nuryana Asmaudi Nyoman Tusthi Eddy Obrolan Oky Sanjaya Oyos Saroso HN P Ari Subagyo Pagelaran Musim Tandur Pamusuk Eneste Panji Satrio PDS H.B. Jassin Penerbit dan Toko Buku PUstaka puJAngga Pipiet Senja Pramoedya Ananta Toer Pringadi AS Pringgo HR Prosa Puisi Puji Santosa Purnawan Andra PUstaka puJAngga Putu Fajar Arcana Putu Satria Kusuma Putu Wijaya R Masri Sareb Putra R. Adhi Kusumaputra R. Timur Budi Raja R.N. Bayu Aji Radhar Panca Dahana Ragdi F. Daye Rahmi Hattani Raja Ali Haji Raju Febrian Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rama Dira J Rama Prabu Ramadhan KH Ramon Magsaysay Ramses Ohee Ratih Kumala Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Ressa Novita Ressa Sagitariana Putri Ria Ristiana Dewi Rialita Fithra Asmara Ribut Wijoto Rida K Liamsi Rifka Sibarani Rilda A. Oe. Taneko Rilda A.Oe. Taneko Rimbun Natamarga Rinto Andriono Risang Anom Pujayanto Rita Zahara Riyon Fidwar Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Rohman Budijanto Rukardi S Yoga S. Jai S. Takdir Alisyahbana S.W. Teofani Sabrank Suparno Sahaya Santayana Sajak Sajak Sebatang Lisong Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Salman S. Yoga Salyaputra Samson Rambah Pasir Samsudin Adlawi Sanie B. Kuncoro Santy Novaria Sapardi Djoko Damono Sarabunis Mubarok Sartika Dian Nuraini Sasti Gotama Sastra Nusantara Satmoko Budi Santoso Satriani Saut Poltak Tambunan Saut Situmorang Sekolah Literasi Gratis (SLG) Selasih Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shadiqin Sudirman Shiny.ane el’poesya Shourisha Arashi Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sindu Putra Siska Afriani Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Slamet Samsoerizal Sobih Adnan Sofyan RH. Zaid Solihin Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sony Wibisono Sosiawan Leak Sri Wintala Achmad Sri Wulan Rujiati Mulyadi Stevani Elisabeth Suci Ayu Latifah Sucipto Hadi Purnomo Sudarmoko Sudirman HN Suhadi Mukhan Suharsono Sukar Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Sunudyantoro Supriyadi Suriani Suryanto Sastroatmodjo Susianna Sutan Iwan Soekri Munaf Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Syahruddin El-Fikri Syaripudin Zuhri Syifa Aulia Syu’bah Asa T.A. Sakti Tammalele Tan Lioe Ie Tasyriq Hifzhillah Taufik Abdullah Taufik Effendi Aria Taufik Ikram Jamil Taufiq Wr. Hidayat TE. Priyono Teguh Winarsho AS Tenas Effendy Tengsoe Tjahjono Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tias Tatanka Tito Sianipar Tjahjono EP Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Tjut Zakiyah Anshari Topik Mulyana Tosa Poetra Tri Harun Syafii TS Pinang Tu-ngang Iskandar Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Ballah Umbu Landu Paranggi Umi Kulsum Uniawati Universitas Indonesia Usman Arrumy Usman D.Ganggang Utada Kamaru UU Hamidy Viddy AD Daery W.S. Rendra Wa Ode Wulan Ratna Wahib Muthalib Wahyudi Akmaliah Muhammad Wardjito Soeharso Wawan Eko Yulianto Wawancara Wayan Sunarta Weli Meinindartato Wicaksono Widodo DS Wina Karnie Wisran Hadi Wong Wing King Yan Maniani Yanti Mulatsih Yanuar Arifin Yasser Arafat Yaumu Roikha Yetti A. KA Yohanes Padmo Adi Nugroho Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yudhi Ms Yudhistira ANM Massardi Yulianna Yurnaldi Yusi A. Pareanom Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusrizal KW Yuyun Ifa Naliah Zaim Rofiqi Zainal Arifin Thoha Zakki Amali Zakky Zulhazmi Zawawi Se Zehan Zareez Zelfeni Wimra Zuarman Ahmad Zulfikar Akbar