Selasa, 21 Oktober 2014

Pundi-pundi Tebal Sastrawan Indonesia

Maulana Syamsuri
http://analisadaily.com, 8 Juni 2014

Sastrawan dan budayawan Indonesia bangga. Sastrawan dari Yogyakarta, SH Mintardja menerima anugerah Borobudur Writers and Cultural Festival berupa Sang Hyang Kamahayanikan.
Anugerah Sang Hyang, penghargaan tertinggi untuk tokoh yang berjasa dalam kajian sejarah dan budaya Nusantara. SH Mintardja dinilai layak mendapat anugerah itu karena merupakan generasi pertama penulis cerita silat yang mengangkat latar belakang sejarah nusantara. SH Mintarja, penulis buku sangat kreatif selama lebih dari 50 tahun dan berkarya berupa buku sekitar 400 judul. Api Bukit Menoreh terdiri dari 396 seri, karyanya yang paling terkenal. Mintardja juga menulis karya serial lain, seperti Nagasasra Sabuk Item, Mata Air di Bayangan Bukit, Tanah Warisan dan Matahari Esok Pagi.


Singgih Hadi Mintardja atau S.H. Mintardja, lahir di Yogyakarta, 26 Januari 1933. Meninggal di Yogyakarta, 18 Januari 1999 pada umur 65 tahun. SH Mintardja, maestro cerita silat dari Yogyakarta. Karyanya bernuansakan sejarah dan dunia persilatan di Tanah Jawa. Sebagian besar bukunya diterbitkan oleh Kedaulatan Rakyat Yogyakarta. Di antara karya lainnya adalah Meraba Matahari, Suramnya Bayang-Bayang, Sayap-Sayap Terbang, Istana yang Suram, Bunga di Batu Karang dan lain-lain.

Pundi-Pundi Tebal Sastrawan Indonesia

Sastrawan Sapardi Djoko Damono dalam bukunya Kesusastraan Indonesia Modern, hadiah sastra yang dikenal sejak awal perkembangan sastra modern sangat beralasan dan sangat besar manfaatnya. Salah satunya untuk perkembangan sastra dan dalih itu boleh masuk akal meskipun tanpa didorong-dorongpun sastra akan terus berkembang.

Khatulistiwa Literary Award (KLA) dicetus oleh Richard Oh dan Takeshi Ichiki (pada waktu itu President Director Plaza Senayan), penulis Danarto dan penyair Sutardji Calzioum Bachri serta beberapa sastrawan Indonesia terkemuka lainnya. Setelah perundingan yang amat serius berdasarkan berbagai pertimbangan, terutama dari segi mutu sastra. Tercetuslah pemberian Anugerah Sastra, Khatulistiwa Literary Award. Pada waktu itu terdorong pula oleh inisiatif untuk memberikan sebuah hadiah berpundi lumayan agar penulis-penulis yang memenangkan hadiah sastra KLA terangkat taraf hidupnya. Hadiah berupa uang tunai yang mencapai seratus jutaan rupiah dari KLA sekali gus menepis, sastrawan itu tidak melarat hidupnya, tidak berpakaian kumuh, tidak bertubuh dekil dan sastrawan itu sebenarnya mampu hidup layak.

Apalagi di antara sastrawan Indonesia yang menerima KLA juga baru saja menerima SEAW award yang jumlahnya juga lumayan. Ditambah lagi honor atau royalti dari penerbit maupun media. Sastrawan Indonesia yang menerima KLA dan juga SEAW award adalah: Seno Gumira Ajidarma, Gus tf Sakai, Acep Zam-Zam Noor, Hamsad Rangkuti, F. Rahadri,Afrizal Malna dan Linda Christanty.

Setiap tahun dewan juri Anugerah Khatulistiwa Literary Award harus bekerja keras melakukan seleksi dari karya-karya sastra yang terbit dalam kurun waktu 12 bulan. Semua karya yang terpilih diseleksi langsung oleh para juri.

Pemenang KLA

Anugerah Khatulistiwa Literary Award 2013 diraih oleh Leila S. Chudori dengan novelnya berjudul Pulang. Leila menyingkirkan 5 finalis lainnya di bidang prosa atau fiksi. Afrizal Malna meraih KLA untuk kumpulan puisinya berjudul Museum Penghancur Dokumen, dengan menyingkirkan 4 pesaingnya di kategori puisi.

Karya mereka sebelumnya dijaring di antara karya-karya sastra penulis Indonesia yang diterbitkan antara Juli 2012-Juni 2013. Anugerah KLA diberikan di Atrium Plaza 26 Nopember 2013 silam. Leila dan Afrizal masing-masing menerima Rp. 50 juta. Tahun 2013 dewan juri anugerah KLA menerima sedikitnya 70 judul buku prosa dan 40 judul kumpulan puisi. Semuanya merupakan rekomendasi dari penerbit atau pengarang. Damhuri Muhammad selaku ketua Dewan Juri KLA tahun 2013 mengungkapkan, KLA berusaha maksimal mencari yang terbaik dalam keranjang yang sarat oleh barang tiruan. Kerja keras yang tidak segampang membalik telapak tangan.

Awalnya tahun 2002, KLA diberikan kepada sastrawan dan budayawan Remi Sylado yang memiliki nama asli Yopi Tambayong. Remi Sylado, penggerak sekaligus promotor dan penggagas puisi mBeling bersama Jeihan dan Abdul Hadi WM. Merekalah yang menggagas Gerakan Puisi mBeling di tahun 1971. Remy Sylado memenangkan KLA atas karynya berjudul Kerudung Merah Kirmizi.

Tahun 2003 KLA diberikan kepada Hamsad Rangkuti atas karyanya yang berjudul Bibir Dalam Toilet. Ada 3 sastrawan yang memenangkan KLA untuk tahun 2004, yakni Sapardi Djoko Damono untuk kumpulan karya non fisksi yang berjudul Puisi Indonesia Sebelum Kemerdekaan. Khusus untuk fiksi diraih oleh Linda Christanty dengan bukunya Kuda Terbang Mario Pinto. Seno Gumira Ajidarma juga memenangkan KLA untuk jenis fiksi yang berjudul Negeri Senja: Roman.

Lagi-lagi Seno Gumira Ajidarma meraih KLA di tahun 2005 untuk karya prosa berjudul Kitab Omong Kosong dan khusus kumpulan puisi diraih oleh Joko Pinurbo yang berjudul Kekasihku. Kumpulan puisi karya Dorothea Rosa Herliany berjudul Santa Rosa mearih KLA tahun 2006 disamping karya prosa oleh Gde Aryantha Soethama yang berjudul Mandi Api.

Acep Zamzami Noor, peraih KLA untuk tahun 2007 masing-masing untuk karyanya yang berjudul Menjadi Penyair lagi. Tahun 2008 peraih KLA jenis prosa diraih sastrawan Ayu Utami untuk karyanya Bilangan Flu.

Tahun 2009 peraih KLA diraih oleh 2 sastrawan yakni Sindu Putra untuk kategori puisi yang berjudul Dongeng Anjing Api serta F. Rahardi, untuk jenis prosa berjudul Lembata: Sebuah novel. Sastrawan F. Rahadi sebelumnya juga pernah menerima hadiah sastra di antaranya dari Pusat Bahasa untuk kumpulan Puisi Tuyul Kumpulan sajak. Juga Negeri Badak sebuah puisi lirik mendapat hadiah sastra dari pusat Bahasa tahun 2009.

Kerja keras dalam mencipta karya sastra tidak sia-sia dilakukan oleh H. U. Mardi Luhung, sehingga berhasil meraih KLA tahun 2010 melalui karyanya berjudul Buwun: Kumpulan Puisi. Gunawan Maryanto dengan kumpulan puisinya Sejumlah Perkutut Buat Bapak juga berhasil meriah KLA tahun yang sama.

Linda Christanty juga meraih KLA di tahun ini dengan karyanya Rahasia Selma, kumpulan cerita. Tahun 2011 peraih KLA jenis puisi diraih oleh sastrawan Nirwan Dewanto dengan judul kumpulan puisinya Buli-Buli Lima Kaki serta bidang fiksi diraih oleh Arafat Nur dengan karyanya berjudul Lampuki. Sastrawan Avianty Armand juga meraih KLA untuk jenis puisi dengan karyanya Perempuan yang Dihapus Namanya.

Tahun 2012 peraih KLA, Zeffry J. Katiri untuk kategori puisi dengan karyanya Post Kolonial dan Wisata Sejarah Dalam Sajak. Di bidang fiksi dimenangkan oleh Okky Madasari dengan karyanya Maryam.

Peraih KLA tahun 2013 sudah disebutkan pada bagian atas esai ini. Gunawan Mohammad juga dikabarkan meraih KLA paling awal, yakni pada tahun 2001 dengan karyanya Sajak-Sajak Lengkap tahun 1961.

KLA memberikan hadiah uang tunai, hingga ratusan juta rupiah kepada sastrawan Indonesia. Tim KLA membuat suatu sistem penjurian yang menurut pihak KLA merupakan apresiasi secara langsung dari para sastrawan, akademisi, wartawan kebudayaan dalam satu komunitas bersama dengan para sastrawan.

Hadiah uang tunai dari KLA maupun dari SEAW award, menjadikan sastrawan Indonesia memiliki pundi-pundi tebal sehingga dapat hidup layak, dapat menunaikan ibadah haji atau umroh, serta tampil prima. Profesi sebagai sastrawan, bukanlah profesi kelas teri atau gurum. Sastra dibutuhkan oleh masyarakat, sama dengan manusia butuh bantuan dokter atau tersangka kasus hukum butuh seorang pengacara.

Kini saatnya sastrawan memasuki kantor penerbit atau kantor media dengan berpakaian rapi, bahkan berdasi, seperti halnya seorang pengacara memasuki ruang sidang untuk membela sesuatu perkara. Sebab pundi-pundi milik sastawan saat ini sudah cukup tebal.
***

Tidak ada komentar:

A Khoirul Anam A Qorib Hidayatullah A Rodhi Murtadho A. Yusrianto Elga A. Zakky Zulhazmi A.S. Laksana Aang Fatihul Islam Aba Mardjani Abd. Mun’im Abdul Aziz Rasjid Abdul Gaffar Ruskhan Abdul Hadi W. M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Malik Abdul Muis Abdul Wachid BS Abdullah Khusairi Abidah El Khalieqy Abimardha Kurniawan Abroorza A. Yusra Abu Salman Acep Iwan Saidi Achmad Farid Tuasikal Adek Alwi Adi Marsiela Adian Husaini Adib Muttaqin Asfar Adji Subela Afandi Sido Afriza Hanifa Afrizal Malna Ageng Wuri R. A. Ags. Arya Dipayana Aguk Irawan M.N. Agus B. Harianto Agus Bing Agus Noor Agus R. Sarjono Agus R. Subagyo Agus Sri Danardana Agus Sulton Agus Sunyoto Agus Wibowo Agus Wirawan Agusri Junaidi AH J Khuzaini Ahda Imran Ahid Hidayat Ahm Soleh Ahmad Asyhar Ahmad Farid Yahya Ahmad Fuadi Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Musthofa Haroen Ahmad Rofiq Ahmad Suhendra Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Aini Aviena Violeta Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Akhmad Sekhu Al Azhar Riau Al-Fairish Alex R. Nainggolan Alexander G.B. Alfian Zainal Aliansyah Alimuddin Almania Rohmah Alunk Estohank Amien Kamil Amien Wangsitalaja Anata Siregar Andi Sutisno Andy Riza Hidayat Anies Baswedan Anindita S Thayf Anis Ceha Anis Faridatur Rofiah Anjrah Lelono Broto Anna Subekti Anton Kurnia Ari Hidayat Ari Kristianawati Arie MP Tamba Arief Junianto Aris Kurniawan Arti Bumi Intaran Arul Arista AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Atiqurrahman Awalludin GD Mualif Ayu Purwaningsih Babe Derwan Bakdi Soemanto Balada Bale Aksara Bamby Cahyadi Bandung Mawardi Bayu Dwi Mardana Bellanissa Zoditama Beni Setia Benny Arnas Beno Siang Pamungkas Berita Berita Duka Bernando J. Sujibto Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Bokor Hutasuhut Brunel University London BSW Adjikoesoemo Budaya Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budiawan Dwi Santoso Bur Rasuanto Burhanuddin Bella Bustan Basir Maras Catatan Catullus CB. Ismulyadi Cerbung Cerita Rakyat Cerpen Chavchay Syaifullah Cikie Wahab Cunong Nunuk Suraja D Zawawi Imron Dad Murniah Dadang Ari Murtono Dahlia Rasyad Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Danarto Daniel Paranamesa Darju Prasetya Darman Djamaluddin Darman Moenir Dasman Djamaluddin David Krisna Alka Dea Anugrah Dedy Tri Riyadi Denny JA Denny Mizhar Desi Sommalia Gustina Dewi Anggraeni Dharma Setyawan Dian Hartati Didi Arsandi Dina Oktaviani Dipo Handoko Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Doddi Ahmad Fauji Doddy Hidayatullah Dodi Chandra Dodiek Adyttya Dwiwanto Dody Kristianto Donny Anggoro Dony P. Herwanto Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Klik Santosa Dwi Pranoto Dwicipta Edy A Effendi Edy Firmansyah Eka Budianta Eka Fendri Putra Eka Kurniawan Eko Darmoko Ellyzan Katan Elnisya Mahendra Emha Ainun Nadjib Endah Imawati Eni Suryanti Eny Rose Eriyandi Budiman Eriyanti Erwin Edhi Prasetya Erwin Setia Esai Evan Ys Evi Idawati F Rahardi Fadly Rahman Fahrudin Nasrulloh Faizah Sirajuddin Faizal Syahreza Fajar Alayubi Fakhrunnas M.A. Jabbar Fanny Chotimah Fariz al-Nizar Fariz Alneizar Faruk HT Fatah Anshori Fatah Yasin Noor Fathurrahman Karyadi Fatimah Wahyu Sundari Fauzan Santa Fazabinal Alim Festival Sastra Gresik Fikri MS Fiksi Mini Fransisca Dewi Ria Utari Franz Kafka Fuad Anshori Furqon Abdi Fuska Sani Evani Gendhotwukir Gendut Riyanto Gerson Poyk Gita Pratama Goenawan Mohamad Gola Gong Grathia Pitaloka Gregorio Lopez y’ Fuentes Gugun El-Guyanie Gunawan Budi Susanto Gus Noy H.H. Tokoro Hadi Napster Hamberan Syahbana Hamdy Salad Hamsad Rangkuti Han Gagas Hang Kafrawi Hani Pudjiarti Hanna Fransisca Hardi Hamzah Hardjono WS Haris del Hakim Haris Priyatna Harris Maulana Hary B. Kori'un Hasan Al Banna Hasan Junus Hasbullah Said Hasnan Bachtiar HE. Benyamine Heidi Arbuckle Helmi Y Haska Helvy Tiana Rosa Hendra Junaedi Hendri Nova Herdoni Syafriansyah Heri Kurniawan Heri Latief Heri Ruslan Herman RN Hermawan Aksan Hermien Y. Kleden Herry Lamongan Holy Adib Humaidiy AS Husni Anshori I Nyoman Darma Putra I Nyoman Tingkat I Wayan Artika Ibnu Wahyudi Ida Farida Ignas Kleden Ilham Khoiri Imam Cahyono Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Tohari Indra Tranggono Indrian Koto Irwan Kelana Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Noe Isma Swastiningrum Ismi Wahid Iwan Gardono Sujatmiko Iwan Gunadi Iwan Kurniawan Iwan Nurdaya Djafar Iwank J.S. Badudu Janoary M Wibowo Javed Paul Syatha JILFest 2008 JJ. Kusni Jodhi Yudono Joko Novianto Bp Joko Pinurbo Jones Gultom Jual Buku Paket Hemat Jusuf AN Kadek Suartaya Karya Lukisan: Andry Deblenk Kasnadi Kedung Darma Romansha Kenedi Nurhan Khaerudin Kurniawan Khaerul Anwar Ki Sugito Ha Es Kirana Kejora Komunitas Deo Gratias Korrie Layun Rampan Kritik Sastra Kunthi Hastorini Kuntowijoyo Kurie Suditomo Kurnia Effendi Kurniawan Kuswinarto La Ode Rabbani Lathifa Akmaliyah Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember Leon Agusta Lily Siti Multatuliana Lily Yulianti Farid Lina Kelana Liza Wahyuninto Lona Olavia Lugiena Dé M Fadjroel Rachman M Farid W Makkulau M Syakir M. Dawam Rahardjo M. Faizi M. Mustafied M. Raudah Jambak M. Taufan Musonip M. Yoesoef M.D. Atmaja M.Th. Krishdiana Putri Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Maklumat Sastra Profetik Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mangun Kuncoro Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria D. Andriana Maria Magdalena Bhoernomo Mariana Amiruddin Maryati Marzuzak SY Mashuri Maulana Syamsuri Media: Crayon on Paper Mega Vristian MG. Sungatno Misbahus Surur Mofik el-abrar Moh. Amir Sutaarga Moh. Ghufron Cholid Mohammad Hatta Mohammad Kh. Azad Mohammad Takdir Ilahi Much. Khoiri Muhamad Taslim Dalma Muhammad Rain Muhammad Subhan Muhammad Yasir Muhammadun A.S Muhidin M Dahlan Mujtahid Mulyawan Karim Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Mustofa W Hasyim N Teguh Prasetyo N. Mursidi Nadhi Kiara Zifen Nana Riskhi Susanti Nanang Suryadi Naskah Teater Nasrulloh Habibi Neva Tuhella Nietzsche Nirwan Dewanto Nizar Qabbani Noor H. Dee Nova Christina Novelet Nunung Nurdiah Nur Wachid Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurman Hartono Nuryana Asmaudi Nyoman Tusthi Eddy Obrolan Oky Sanjaya Oyos Saroso HN P Ari Subagyo Pagelaran Musim Tandur Pamusuk Eneste Panji Satrio PDS H.B. Jassin Penerbit dan Toko Buku PUstaka puJAngga Pipiet Senja Pramoedya Ananta Toer Pringadi AS Pringgo HR Prosa Puisi Puji Santosa Purnawan Andra PUstaka puJAngga Putu Fajar Arcana Putu Satria Kusuma Putu Wijaya R Masri Sareb Putra R. Adhi Kusumaputra R. Timur Budi Raja R.N. Bayu Aji Radhar Panca Dahana Ragdi F. Daye Rahmi Hattani Raja Ali Haji Raju Febrian Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rama Dira J Rama Prabu Ramadhan KH Ramon Magsaysay Ramses Ohee Ratih Kumala Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Ressa Novita Ressa Sagitariana Putri Ria Ristiana Dewi Rialita Fithra Asmara Ribut Wijoto Rida K Liamsi Rifka Sibarani Rilda A. Oe. Taneko Rilda A.Oe. Taneko Rimbun Natamarga Rinto Andriono Risang Anom Pujayanto Rita Zahara Riyon Fidwar Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Rohman Budijanto Rukardi S Yoga S. Jai S. Takdir Alisyahbana S.W. Teofani Sabrank Suparno Sahaya Santayana Sajak Sajak Sebatang Lisong Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Salman S. Yoga Salyaputra Samson Rambah Pasir Samsudin Adlawi Sanie B. Kuncoro Santy Novaria Sapardi Djoko Damono Sarabunis Mubarok Sartika Dian Nuraini Sasti Gotama Sastra Nusantara Satmoko Budi Santoso Satriani Saut Poltak Tambunan Saut Situmorang Sekolah Literasi Gratis (SLG) Selasih Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shadiqin Sudirman Shiny.ane el’poesya Shourisha Arashi Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sindu Putra Siska Afriani Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Slamet Samsoerizal Sobih Adnan Sofyan RH. Zaid Solihin Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sony Wibisono Sosiawan Leak Sri Wintala Achmad Sri Wulan Rujiati Mulyadi Stevani Elisabeth Suci Ayu Latifah Sucipto Hadi Purnomo Sudarmoko Sudirman HN Suhadi Mukhan Suharsono Sukar Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Sunudyantoro Supriyadi Suriani Suryanto Sastroatmodjo Susianna Sutan Iwan Soekri Munaf Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Syahruddin El-Fikri Syaripudin Zuhri Syifa Aulia Syu’bah Asa T.A. Sakti Tammalele Tan Lioe Ie Tasyriq Hifzhillah Taufik Abdullah Taufik Effendi Aria Taufik Ikram Jamil Taufiq Wr. Hidayat TE. Priyono Teguh Winarsho AS Tenas Effendy Tengsoe Tjahjono Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tias Tatanka Tito Sianipar Tjahjono EP Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Tjut Zakiyah Anshari Topik Mulyana Tosa Poetra Tri Harun Syafii TS Pinang Tu-ngang Iskandar Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Ballah Umbu Landu Paranggi Umi Kulsum Uniawati Universitas Indonesia Usman Arrumy Usman D.Ganggang Utada Kamaru UU Hamidy Viddy AD Daery W.S. Rendra Wa Ode Wulan Ratna Wahib Muthalib Wahyudi Akmaliah Muhammad Wardjito Soeharso Wawan Eko Yulianto Wawancara Wayan Sunarta Weli Meinindartato Wicaksono Widodo DS Wina Karnie Wisran Hadi Wong Wing King Yan Maniani Yanti Mulatsih Yanuar Arifin Yasser Arafat Yaumu Roikha Yetti A. KA Yohanes Padmo Adi Nugroho Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yudhi Ms Yudhistira ANM Massardi Yulianna Yurnaldi Yusi A. Pareanom Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusrizal KW Yuyun Ifa Naliah Zaim Rofiqi Zainal Arifin Thoha Zakki Amali Zakky Zulhazmi Zawawi Se Zehan Zareez Zelfeni Wimra Zuarman Ahmad Zulfikar Akbar