Jumat, 28 April 2017

Prof. Tamim Pardede sebut Bambang Tri, Jokowi Undercover

Nurel Javissyarqi, Sastrawan Pelukis Kata

Mofik el-abrar
Sebongkah berlian akan memiliki nilai jual tinggi jika ia mau keluar dari dalam tanah dan mau bersabar dalam menghadapi proses pengolahan yang membutuhkan waktu lama. Tapi jika sebongkah berlian tersebut tidak mau keluar dari perut bumi dan tidak mau merasakan kerasnya proses pengolahan, maka ia hanyalah sebongkah batu berlumpur yang tidak berharga.

Kamis, 03 Desember 2015

Pengaruh Persia pada Sastra dan Seni Islam Nusantara

K. Ng. H. Agus Sunyoto
pesantrenbudaya.com

Penyebaran Islam di Kalangan Pedagang dan Alawiyin

Pemeluk Islam sudah masuk ke Indonesia sejak pertengahan abad ke-7 Masehi, sejaman dengan era kekuasaan Khalifah Utsman bin Affan. Yang paling awal membawa seruan Islam ke Nusantara adalah para saudagar Arab, Persia dan India yang sudah membangun jalur perhubungan dagang dengan Nusantara jauh sebelum Islam (Wheatley, 1961). Sebuah cerita kehadiran saudagar Persia (tazhi) pada masa kekuasaan Ratu Simha di Kerajaan Kalingga, diberitakan sumber-sumber Cina Dinasti Tang (Groeneveldt, 1960).

KARAKTER DAN SASTRA PROFETIK

Dharma Setyawan *
hmp.pasca.ugm.ac.id

Umar bin Khattab berpesan “Ajarilah anak-anakmu sastra, karena sastra membuat anak yang pengecut menjadi pemberani”.
Konflik dan dinamika bangsa ini terus berproses pada jalan formalnya. Harapan besar manusia-manusia di dalam Negara ini tumbuh dan berkembang dalam proses-proses yang terus membaik. Sejarah pahit negeri ini yang awalnya penuh dengan semangat kepahlawanan telah tertutupi oleh sikap nir-akhlak generasi yang semakin mengalami erosi kebaikan.