Langsung ke konten utama

Buruh Migran Sumbawa Hongkong Raih Beragam Penghargaan

http://www.sumbawanews.com/

Keberadaan tau samawa di negara lain ternyata tidak menyurutkan semangat mereka untuk berkreasi dan mengharumkan nama Sumbawa di negara mereka berada. Tengok saja keberadaan Buruh Migran Indonesia (BMI) asal Sumbawa yang menghimpunkan dirinya dalam Labalong Sumbawa Organization Hongkong (LBSO-HK) berhasil meraih berbagai penghargaan meskipun kesibukan tak bisa dipungkiri.

“Dalam 3 bulan terakhir LBSO HK telah berhasil mengumpulkan piala miss Migran 2009, Piala tradisional Dance yang tarinya berjudul “La dade pagasung”,” jelas kordinator LBSO-HK Emi kepada Sumbawanews via telpon seluler.

Disamping telah menyabet berbagai penghargaan, rencananya pada tanggal 31 Januari 2010 nanto sebanyak 11 orang anggota LBSO HK akan mengikuti “Fashion Jarit.” Dalam bidang busana LBSO HK juga pernah menyabet penghargaan Fashion show full color

Menurut Emi saat ini LBSO HK telah mendata sebanyak 578 anggota, dan yang aktif sebanyak 285 orang mengikuti pertemuan mingguan disaat hari libur. Kenggotaan LBSO terbuka untuk semua buruh migran asal tana samawa baik berasal dari Kabupaten Sumbawa maupun dari Kabupaten Sumbawa Barat.

“Dari minggu ke minggu semakin banyak buruh migran asal Sumbawa yang menghimpunkan diri dan ikut serta dalam pertemuan mingguan.” papar emi yang juga menginformasikan bahwa saat inipun anggota LBSO HK sedang mempersiapkan latihan tari sasopo ate dan tari mata ramai.

Keberhasilan LBSO HK meraih berbagai penghargaan ternyata tidak lepas dari koordinasi dengan pihak Pemda Sumbawa khususnya Dinas Pariwisata Kabupaten Sumbawa.

“Kami menguncapkan terima kasih kepada bapak Hasanuddin ( Pak Ace, red) dari Dinas Pariwisata Sumbawa yang mendukung kami untuk mempromosikan budaya Sumbawa di Hongkong. Pak Ace telah mengirimi kami 9 buah kaset tarian Sumbawa sebagai acuan kami dalam berlatih. Begitu pula dengan Bapak Manjasus yang telah membantu kami mengirimi beberapa kaset dan keperluan lain untuk pergelaran tari Sumbawa. Begitu pula dengan Ehot kepala Desa Krongkeng Empang Tarano dan Yudo Kadarusman yang telah menciptakan tarian “La dade kagasung dan instrumen tari sehingga LBSO HK dapat meraih juara 2 tradisional dance di Hongkong” tegas dara samawa yang akrab dipanggil Daeng ini. (sn01)

28 Januari 2010

Komentar

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com