Langsung ke konten utama

Saat Rombongan Seniman Masuk Kampung

Sihar Ramses Simatupang
http://www.sinarharapan.co.id/

Sebuah kampung, komunitas sastra, dengan “kepala suku”-nya Gola Gong yang pernah dikenal dengan novel remaja Balada Si Roy, merupakan komunitas yang aktif dalam hal pustaka dan regenerasi penulis.

Pustakaloka Rumah Dunia (PRD) yang bermarkas di Serang Banten saat ini sedang mengagendakan jadwal kesenian rutin, khususnya kesusastraan. Agenda untuk mengundang para seniman sebagai pembicara merupakan langkah lain dari Gola Gong cs.

Dengan komandan Heri Hendrayana itu, beberapa sastrawan dari seluruh wilayah Nusantara diundang dalam tajuk “Ode Kampung (Temu Sastrawan se-Kampung Nusantara)”, berlangsung 3-5 Februari mendatang.

Gola Gong, Ketua Umum PRD ini mengatakan, idiom kampung secara etimologis, dalam perspektif kita adalah kebersahajaan, kesederhanaan, keluguan. “Namun dalam perspektif lain, kampung juga bisa berarti kebodohan, ketertindasan, kemalasan. Apalagi ketika kampung diberi akhiran -an (maksudnya kampungan, maka: norak, ketinggalan zaman, adalah label yang sering ditempelkan di jidat kita),” ujarnya kepada SH baru-baru ini.

Hal lain yang tak dapat dihindarkan adalah idiom kota pun kerap dianggap cerdas, bebas, megah, sehingga tiap orang ingin menjadi warga kota. Kota, tempat bersarangnya mimpi-mimpi, mengadu nasib dan peruntungan.

Dalam Ode Kampung yang mengangkat tema besar “Sastrawan di Tengah Persoalan Kampungnya” memang bertujuan saling belajar dari realitas keberagaman berkesenian, terutama dalam prosa cerpen dan puisi.

Pada acara ini, para peserta yang akan menginap di rumah warga kampung Ciloang dan Komp. Hegar Alam, akan mendapatkan sajian mulai dari pembukaan dari Pak RT Hegar Alam, penyerahan Antologi Ode Kampung, pentas seni anak-anak Rumah Dunia (puisi dan teater).

Padat

Acara selama tiga hari itu akan diisi dengan berbagai tema diskusi, pemutaran film dokumenter dan pentas teater Rumah Dunia, Teater STIE La Tansa. Para pembicara yang akan diundang antara lain Gus tf Sakai, Toto ST Radik, Isbedy Stiawan ZS Acep Zam Zam Noor, Jamal D Rahman, Ahmadun Yossy Herfanda (konfirmasi), Ibnu Wahyudi (UI, Depok), Prof Yoyo Mulyono (Rektor Untirta, Serang), Saut Situmorang, Binhad Nurrohmat, dan Irfan Hidayatullah. Para sastrawan ini memang diundang dari berbagai tempat antara lain Lampung, Jakarta, Ciputat, Tasikmalaya, Cimahi, Sumedang, Rangkas, Jogja, Rancaekek, dan Tangerang.

Rumah Dunia untuk mendatang juga telah menyusun program Writing Camp, sekitar April hingga Agustus dan berlangsung sebulan sekali. Dengan acara yang diperuntukkan di wilayah Banten, semua peserta akan mondok di rumah-rumah warga di sekitar Rumah Dunia, acaranya juga semacam Bengkel Cerpen dan Bengkel Puisi.

Nama-nama sastrawan yang diminta kesediaannya menjadi montir pada acara Writing Camp antara lain Eka Budianta mengangkat tema “Puisi-puisi Lingkungan Hidup”, Hudan Hidayat dengan tema “Fiksi Gila”, Yanusa Nugroho dengan tema Puisi Audio Visual, atau Sitok Srengenge dengan tema “Monologku”.

Komentar

Sastra-Indonesia.com

Media Lamongan