Legenda “Troy” (Sebuah Novel Kedahsyatan Cita-cita dan Perjuangan)

Judul : Troy
Pengarang : Zhaenal Fanani
Penerbit : Laksana
Cetakan : Pertama, Mei 2010
Tebal : 437 halaman
Peresensi: Hendri Nova
hendrinova.wordpress.com
Perang Troya memang sangat melegenda. Tak hanya tulisan sastra yang coba mengabadikannya, tapi juga sudah difilmkan dan masuk dunia teater. Filmnya yang apik juga telah mengundang decak kagum, karena digarap sebagaimana sesungguhnya.

Troy sendiri merupakan nama sebuah negara dengan benteng yang sangat kuat. Hampir tak ada musuh yang sanggup menakhlukkannya, karena begitu kuatnya benteng itu. Namun itu tidak berlaku pada Achilles, yang dengan akal hebatnya mampu menembus benteng Troy dan menakhlukkannya.

Legenda dari Yunani ini, terus jadi pembicaraan dari masa ke masa. Tentu tak lain karena begitu fenomenalnya cara penakhlukannya. Achilles yang memiliki banyak akal, dengan gampang bisa memasuki Troy dan kemudian menakhlukkannya.

Pasukan Achilles sendiri sebenarnya hampir kalah total, jika tidak ditarik mundur. Maka dari itu, sebuah strategi harus dilakukan, agar bisa memasuki Troy dan kemudian menakhlukkan penghuninya.

Ide brilian itu akhirnya datang, dengan membuat kuda kayu dengan anggota kesenian. Karena yang datang pelaku seni, maka penjaga jadi lengah. Pesta kemenangan memang belum usai. Beragam minuman keras masih tergeletak dan airnya masih terlihat menetes.

Saat sudah berada di kota Troy, pasukan Achilles langsung melakukan penyerangan dan membuka pintu depan. Jadinya kota itu porak poranda dan Troy berhasil ditaklukan dan membawa malu luar biasa.

Achilles berhasil membunuh Hector dan Priam sendiri tewas di tangan Agamemnom. Sementara Achilles sendiri tewas ditangan Paris, walau Bersies cuba menghalangi.

Membaca novel karya Zhaenal Fanani ini, sedikit menimbulkan tanda tanya. Apakah ceritanya dkarang sendiri atau merupakan terjemahan dari pengarang Yunani?

Sayangnya tidak ada fakta pendukung jika novel ini hasil dari terjemahan. Sementara pengarang asli namanya tidak ditetapkan. Kalau karya asli, tentu pantas diacungi jempol. Tapi anehnya, ceritanya kok rada-rada mirip.

Tentu sangat disayangkan, jika novel ini berstatus jiplakan atau bajakan. Oleh karena itu, dibutuhkan buku pembanding untuk mengatakannya sebagai jiplakan.

Cerita ini merupakan legenda populer, sehingga banyak yang mengira bangsa Yunanilah pemiliknya. Jika ada anak bangsa Indonesia yang mampu berbuat serupa dengan riset hebat, tentu akan membuat karya ini jadi lebih bermutu.

Dijumput dari: http://hendrinova.wordpress.com/2011/12/30/legenda-troy/

Komentar