Langsung ke konten utama

1 Perempuan 14 Laki-Laki - Djenar Maesa Ayu

Bellanissa Zoditama
http://www.kompasiana.com/bellanissa

Penulis: Djenar Maesa Ayu dkk
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: Januari 2011

Sinopsis: Cerita pendek kolaborasi antara Djenar Maesa Ayu dengan 14 orang laki-laki yang berbeda profesi dan latar belakang.

Sebelumnya ini pertama kalinya saya membaca buku karangan Djenar Maesa Ayu dan saat mengetahui judul buku yang beberapa saat peluncurannya ramai di twitter itu, saya pun penasaran sekali untuk membacanya, dan apa ke‘istimewa’an buku tersebut dari buku tersebut.

Alhamdulillah, ada seorang teman yang berbaik hati membelikan buku ini untuk saya, sehingga saya bisa membuat review tentang bukunya.

Nggak banyak basa-basi lagi, ini review yang saya berikan untuk buku “1 Perempuan 14 Laki-laki”

Apa yang kalian pikirkan saat membaca judul ‘1 Perempuan 14 Laki-laki’? pertama-tama saya yang saya pikirkan ini adalah sebuah buku yang ditulis bersama 14 laki-laki lainnya. Memang tidak salah, tapi ternyata buku ini adalah buku yang ditulis bersama 14 orang laki-laki dengan cara menulis kalimat per kalimat hingga menjadi sebuah paragraf dan narasi yang padat.

Seperti yang ditulis oleh Djenar pada kata pengantar buku itu,
Inspirasi bukanlah sesuatu yang bisa saya datangkan namun inspirasilah yang mendatangi saya…

Maka buku ini mempunyai konsep cerita dan penuturan bahasa yang menarik.

14 Orang laki-laki tersebut antara lain:

1. Agus Noor.
2. Arya Yudistira Syuman
3. Butet Kertaredjasa
4. Enrico Soekarno
5. Indra Herlambang
6. JRX
7. Lukman Sardi
8. Mudji Sutrisno
9. Nugroho Suksmanto
10. Richard Oh
11. Robertus Robet
12. Sardono W. Kusumo
13. Sujiwo Tejo
dan
14. Totot Indrarto.

Nama-nama tersebut memang termasuk nama-nama yang tidak terlalu asing di telinga orang-orang Indonesia, meskipun mereka bukan penulis, tapi mereka juga memiliki karya.

Secara konsep, buku ini menyajikan sesuatu yang menarik memang, namun dari segi cerita tidak begitu.

Entah disengaja atau tidak, sepertinya setiap dari cerita pendek ini selalu menceritakan tentang perselingkuhan, seks, dan kerinduan yang terdalam sehingga agak membuat buku ini terkesan membosankan.

Apalagi kata-katanya itu kadang-kadang menggunakan bahasa sastra tingkat tinggi, yang membuat saya suka mengangkat dahi karena kurang ngerti.

Walaupun ada beberapa kalimat yang bagus, seperti kalimat yang ditulis di belakang covernya.

Misalnya,
Kita bisa memesan bir, namun kita tak bisa memesan takdir - Agus Noor.

Dan dari 14 cerita yang disuguhkan saya paling menyukai bagian yang ditulis bersama Lukman Sardi yang berjudul RA kuadrat dan Matahari di Klab Malam yang ditulis bersama Arya Yudistira Syuman.

Jadi untuk kalian yang suka membaca buku-buku sastra buku ini memang wajib dimiliki, namun untuk yang lebih menyukai membaca bacaan ringan… ah rasanya jangan kalau tidak ingin kecewa. Kecuali kalo kalian memang penasaran seperti saya.

02 March 2011
*)Mahasisiswa Institut Manajemen Telkom. Tukang perangkai kisah dan cerita yang masih belajar tentang kehidupan.

Komentar

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com