Langsung ke konten utama

LERENG UNGARAN, Bedah Antologi Puisi TKI Hong Kong

http://suaramerdeka.com/

Komunitas Lerengmedini Boja akan membedah buku antologi puisi “Karat Luka” karya Ally Dalijo, Minggu (14/11). Acara di Taman Warnet 127 line.net Gentan Kidul, Boja ini akan menghadirkan pembicara seperti Kelana (penyair dan pegiat seni Kendal), Yuswinardi (penyair Blora), dan Nurdin Paradiksa (komunitas Lerengmedini). “Acara dimulai pukul 14.00, dan kami buka untuk umum,” kata Koordinator Komunitas Lerengmedini Heri CS.

Ditambahkan, Ally Dalijo, penulis buku, merupakan seorang aktivis Buruh Migran Indonesia di Hong Kong dan juga TKI aktif di dunia seni dan sastra. Melalui komunitas Teater Angin Hong Kong, Ally Dalijo mulai giat menulis puisi serta aktif sebagai artis teater sejak beberapa tahun lalu. Rencananya, Ally Dalijo dari Wonosobo, juga akan dihadirkan dalam diskusi interaktif. “Acara akan diikuti secara online via webcam oleh komunitas sastra TKW Hong Kong “Teater Angin” di Victoria Park Hong Kong. Selain itu bisa berinteraksi dengan penikmat sastra Zug Swiss. Info hubungi 085225784668,” tukas Heri.(H71-52)

PWI dan KNPI Galang Dana Merapi

Mengurangi beban korban bencana letusan Gunung Merapi, PWI Pokja Kendal, DPD KNPI Kendal, BPC HIPMI, IKA Unissula di Kendal, K3BK, Komunitas Musisi Kendal, Rumah Makan Tirto Arum akan menggelar aksi penggalangan dana bantuan bencana, Sabtu (13/11).

Acara di halaman parkir GOR Bahurekso Kendal itu, juga dimeriahkan penampilan seni teater, seni pertunjukan, musikalisasi puisi serta musik. Menurut M Khusnul Khibab, panitia penggalangan dana, acara penggalangan dana Merapi akan dibalut renungan seni.

“Kegiatan diberi tema ‘’Merapi Bernafas, Kendal Berbagi Cinta Sesama’’. Bagi warga yang ingin menjadi donatur bisa datang dan menyerahkan bantuan saat acara atau ke kantor KNPI Kendal di belakang GOR Bahurekso. CP: (0294) 3689943,” tukasnya.(H71-52)

13 Nopember 2010

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Sufi, Puisi Kesunyian

Asarpin
http://sastra-indonesia.com/

apa perlunya teriakan bagi yang mampu mendengar bisikan
–Jalaluddin Rumi, ”Yang Mengenal Dirinya Yang Mengenal Tuhannya”, terj. dari Fihi ma Fihi oleh Anwar Kholid

Lihatlah bagaimana sebagian dari mereka memiliki ‘dzawq—cita rasa batiniah yang halus tentang syair yang hanya dikhususkan bagi mereka. Padahal itu adalah sejenis pencerapan juga, yang orang-orang lain dijauhkan darinya, hingga tak bisa membedakan antara irama-irama yang indah-teratur-rapi dan yang kacau serta sumbang. Perhatikanlah, betapa sebagian orang memiliki dzaug yang amat kuat hingga bisa menciptakan musik, lagu-lagu, melodi, yang adakalanya menimbulkan kesenduan atau kegembiraan, membuat pendengarnya terlelap, menangis, membunuh, pingsan atawa gila. Kuatnya pengaruh seperti itu hanyalah pada diri mereka yang memiliki bakat dzawq pula…Ilmu berada di atas iman, sementara dzawq berada di atas ilmu. Dan dzawq adalah ‘wijdan’—perasaan-perasaan halus yang timbul dari hati nurani terdalam.

Puisi-Puisi M. Faizi

http://m-faizi.blogspot.com/
SALAM UNTUK PENYAIR

Aku berlindung dari silap kelih penyair
yang melihat sembilu seperti belati
karena pandangannya adalah “seperti”

Aku berlindung dari khayal penyair
yang mabuk mandam sajak-sajaknya
lalu mengatakan separuh puisi
dan menyimpannya separuh lagi

Aku berlindung dari sajak penyair
yang menyepuh hak kepada batil
karena kebenaran yang disamarkan
pada majas menipu tafsir

Aku berlindung kepada Allah
yang melaungkan jalan pulang
bagi puisi di rimba bahasa
menulis sekarang untuk esok dan lusa
membaca yang fana untuk yang baka

Jika hidupnya sebatas usia
tentu dia bukan penyair
karena kata dalam sajak
selalu habis di ujung larik bait terakhir

(bersambung…)

8-10/2006



SURGA DUNIA

Surga adalah kehendak
dan dunia adalah keterbatasannya

Surga dunia, fuh!
sajak indah persebalikan
sumpah serapah yang terkabulkan

Rentang, di saat satelit memangkas jarak
akal, di saat komputer menggantikan otak
akhirnya, kehendak terbatas
pada ketakterbatasannya

Surga dunia
dan sajak persebalikan itu adalah:
buk…

SRI MANGKUNEGARA IV (1809—1881) (bagian IV habis)

: Sastawan Pujangga dan Negarawan Bijak
Puji Santosa
http://pujagita.blogspot.com/

Sri Mangkunegara IV adalah sastrawan pujangga dan sekaligus seorang negarawan yang memperoleh gelar satriya pinandita atau sabda pandita ratu. Dia dilahirkan pada hari Ahad, 3 Maret 1809 di Surakarta dari pasangan Kanjeng Pangeran Adiwijaya I dengan Raden Ayu Sekeli, putri Sri Mangkunegara II. Sri Mangkunegara IV secara garis keturunan dari ibu adalah cucu Sri Mangkunegara II, sementara dari garis keturunan ayahandanya, beliau adalah buyut (cicit) dari Sri Susuhunan Pakubuwana III. Ketika baru lahir Sri Mangkunegara IV langsung diminta oleh kakeknya, Sri Mangkunegara II, untuk dijadikan putra angkatnya. Bayi yang masih kecil itu diserahkan ke salah satu selirnya, Ajeng Dayaningsih, lalu diberi nama R.M. Soedira. Di tangan selir raja Mangkunegara II inilah R.M. Soedira tumbuh sebagai anak yang sehat, cerdas, dan kompetitif.

Sehubungan pada waktu itu di Surakarta belum ada pendidikan formal yang modern sepert…