Merah Marah Darah

Anna Subekti
http://pawonsastra.blogspot.com/

Bayang api berpendar di jendela kaca rumahmu
lelaki lajang dan wanita jalang
bercengkerama tanpa kata di ambang pintu
marah merah
peri malam bersandar batu pualam
menangkap tatap kosong
nanar
aku meminta jeda,
dalam setiap baris yang kau sebut kata.

Komentar