Gelas-gelas Tak Bertuan

Fanny Chotimah *
http://pawonsastra.blogspot.com/

Gelas-gelas itu berdiri pasrah di atas meja
dengan endapan teh manis, ampas kopi, air putih dan genangan semut.
Gelas-gelas itu menunggu sebuah genggaman.

Gelas-gelas itu selalu terjaga meski ditinggalkan.
Ia mungkin tak ingat berapa banyak bibir yang pernah mengecupnya.
Namun ia tak pernah lupa akan kecupan pertama dari perempuan
tanpa perona bibir. Meninggalkan jejak lekat di ingatan,
air sabun tak bisa menghapusnya.
Jejak itu selalu ada di sana, menunggu pemiliknya kembali.

Gelas-gelas itu setia menemani percakapan.
Kunjungan tak terduga seorang tamu
yang diharapkan maupun tidak.
Gelas-gelas itu merayakan kedatangan.
Gelas-gelas itu teman kesepian.

2010

*) Perempuan yang hobi cuci piring, tinggal di Solo.

Komentar