Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

Penerjemahan

Ajip Rosidi
Pikiran Rakyat, 3 Apr 2010

Adalah St. Takdir Alisjahbana yang sejak lama mendesak pemerintah agar mendirikan biro penerjemah yang kewajibannya menerjemahkan segala macam buku yang penting bagi kemajuan bangsa Indonesia. Niscaya saran itu timbul karena S. Takdir mengikuti perkembangan bangsa Jepang yang sering disebutnya harus kita contoh dalam tulisan-tulisannya.

Bahasa Indonesia dan Puisi

Berthold Damshauser *
Majalah Tempo, 18 Nov 2012

Sudah saatnya saya melapor lagi tentang sebuah diskusi pada jam mata kuliah bahasa Indonesia di Universitas Bonn. Bayangkan! Di antara mahasiswa saya ada yang tertarik pada puisi Indonesia! Bahkan ada yang mencoba menerjemahkannya ke bahasa Jerman. Namun upaya itu mengakibatkan mereka frustrasi.

Korupsi Tanpa Koruptor

Seno Gumira Ajidarma *
Majalah Tempo, 15 Mei 2017

Semenjak Komisi Pemberantasan Korupsi dibentuk pada 2003, kata “korupsi” dan “koruptor” semakin merasuk ke kosakata perbincangan, dengan nada lebih optimistis dibanding komisi-komisi sejenis semasa Orde Baru. Perbedaannya memang jelas, pada masa Orde Baru pembentukan komisi semacam itu hanyalah manuver dari rezim korup, semacam kosmetik kepantasan dalam struktur pemerintahan. Lima tahun setelah Reformasi 1998, pembentukan KPK yang dilengkapi sarana mencukupi untuk kerja investigasi, dengan hasil konkret dari saat ke saat, menghapus sinisme dan skeptisisme yang barangkali sempat muncul.

Sekali Lagi, Peluluhan Fonem

J.S. Badudu
Intisari Nov 2004

Bahasa sebenarnya bunyi yang mengandung arti atau makna. Itu bahasa yang primer. Bahasa lain adalah bahasa tulis dan bahasa isyarat. Keduanya masuk bahasa sekunder. Dalam menggunakan bahasa, bunyi yang satu dengan bunyi yang lain saling mempengaruhi. Misalnya, bunyi- bunyi yang tidak bersuara dapat menjadi bersuara karena pengaruh bunyi yang mendahului atau mengikutinya.

Randedhit

Sapardi Djoko Damono *
Majalah Tempo, 14 Mar 2016

Pada suatu hari beberapa puluh tahun yang lalu, tiga orang Jawa ngobrol di sebuah kampus. Saya salah seorang di antaranya. Meskipun menetap di Jakarta, kami lebih sering menggunakan bahasa Jawa. Obrolan lancar-lancar saja sampai ketika saya mengucapkan kata randedhit. Salah seorang, yang berasal dari Solo, memahami arti kata itu, tapi orang Jawa yang lain, yang dibesarkan di Kediri, bertanya (dalam bahasa Jawa) apa arti kata itu.

Tadarus

Samsudin Adlawi *
Majalah Tempo, 26 Jun 2017

Selain berpuasa di siang hari, membaca Al-Quran adalah ibadah yang banyak dilakukan muslimin selama Ramadan. Setiap malam, begitu tarawih kelar, surau dan masjid tak pernah sepi oleh lantunan ayat-ayat suci Al-Quran. Kegiatan membaca Al-Quran di malam Ramadan bisa sampai tengah malam, bahkan ada yang baru berhenti sampai parak makan sahur.

Rumah

Agus R. Sarjono *
Majalah Tempo 4 Jan 2010

Bahasa Inggris tidak mengenal kata kita dan kami. Untuk keduanya, digunakan kata we. Jadi, saat digunakan kurang begitu jelas apakah we itu bermakna kita atau kami. Bahasa Indonesia membedakan dengan jelas antara kami dan kita.

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com