Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2014

Beragam Tafsir Sastra Islam

Afriza Hanifa
www.republika.co.id 29 Juli 2013

Kebudayaan, kesenian, dan kesusastraan Islam ialah manifestasi rasa, karsa cipta, dan karya manusia dalam mengabdi kepada Allah.
Ketika Cinta Bertasbih, Ayat-Ayat Cinta, Negeri 5 Menara, 99 Cahaya Langit Eropa, Rembulan Tenggelam di Wajahmu, dan Hafalan Shalat Delisa merupakan contoh beberapa novel fiksi Islami yang beberapa waktu terakhir menjadi bestseller di Indonesia. Sebagiannya bahkan difilmkan di layar lebar.

Sosiologi Pengarang Sutan Takdir Alisjahbana

Riyon Fidwar *
harianhaluan.com 29 Juli 2012

Sebuah karya sastra diciptakan oleh sastrawan untuk dinik­mati, dipahami dan diman­faatkan oleh masyarakat. Satrawan itu sendiri adalah anggota masyarakat, ia tergo­long oleh status sosial terten­tu. Sastra itu sendiri adalah sebuah karya sastra yang dihasilkan oleh manusia (sastrawan) yang bernilai estetikan, dan memiliki me­dium, yaitu bahasa. Menurut Rene Wellek ada tiga pengu­lasan tentang sastra (sosiologi sastra), yaitu: sosiologi penga­rang, sosiologi karya, sosiologi pembaca.

Membaca Burung-burung Manyar Mangunwijaya dalam Perspektif Pascakolonial

Yohanes Padmo Adi Nugroho

Dalam artikel In Search of the Postcolonial in Indonesian Literature (1995), Keith Foulcher mencoba mencari jejak-jejak nafas sastra pascakolonial Indonesia. Sastra Indonesia, sebagai bangsa yang pernah dijajah, sangat unik jika dibandingkan dengan sastra-sastra bangsa yang pernah dijajah lainnya. India, sebagai negara bekas jajahan Inggris, menunjukkan salah satu ciri bangsa pascakolonial, yaitu digunakannya bahasa penjajah, Bahasa Inggris, di dalam menulis sastra.

Melihat Budaya Maritim Lewat BWCF

Iwan Kurniawan
Media Indonesia, 27 Okt 2013

MEMASUKI usia kedua, Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF) seakan membuat perhelatan untuk melihat titik tolak dalam membawa festival ini menjadi ajang yang kuat ke depannya. Tidak hanya dari sumber daya manusia sebagai pemateri, tetapi ada pula bahan atau khazanah budaya yang ditampilkan.

M. Paus (Membaca: “Pesan al-Qur’an untuk Sastrawan”) karya Aguk Irawan MN

Nurel Javissyarqi *
http://sastra-indonesia.com

Sudah lama saya tidak menulis, Bismillah…
Tanggal 15 Juli 2012 saya membedah salah satu karyanya penulis ini (Penakluk Badai; novel biografi KH. Hasyim Asy’ari) tanpa makalah (lantaran informasi kepada saya mendadak, dan di hari itu juga mengisi acara di kampus STITAF, Siman, Sekaran, Lamongan, dengan makolah bertitel “Pendidikan; Prospek Pembentuk Karakter Budaya”, untunglah jadwal waktunya tidak bertabrakan; pagi hingga siangnya di Pesantren Sunan Drajad, siangnya sampai sore di kampus).

Satu Dekade Pesta Sastra di Ubud

Anata Siregar
Media Indonesia, 20 Okt 2013

ANGIN semilir di pertengahan Oktober itu berhembus sepanjang Jalan Sanggingan, Ubud, Bali. Meski siang terik, langkah-langkah para pengunjung Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) mantap menapaki jalan menurun-menanjak. Mereka menuju museum, kafe, atau taman tempat pesta sastra dirayakan.

Satu dekade sudah festival sastra internasional ini digelar. Kurang lebih 2.000 pengunjung yang kebanyakan penikmat sastra mendatangi sekitar 50 lokasi agenda (venue) yang tersebar di Jalan Sanggingan dan Jalan Raya Ubud.

Agus Sunyoto: Pemitosan Wali Songo itu Ulah Belanda

http://islamindonesia.co.id

Usai menamatkan buku Ensiklopedia Islam, hati Agus Sunyoto tiba-tiba tersentak. Dalam buku yang diterbitkan oleh Ikhtiar Baru Van Houve tersebut, ia sama sekali tak menemukan satu pun kata yang menyebut Wali Songo. Ingatannya kemudian melayang kepada sebuah buku lain berjudul Walisanga Tak Pernah Ada? karya Sjamsudduha, yang pernah dibacanya beberapa waktu sebelumnya.

Sastra-Indonesia.com

Media Lamongan