Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2012

Merebut Agenda Politik Bersastra

Budi P Hatees
Harian Analisa, 2 Des 2012

USAI membaca dua esai di media ini, “Sastra Sumatra Merdeka Bukan Slogan Kosong” ditulis Yulhasni, dan “Sastra Sumatra Merdeka” ditulis Afrion, saya teringat pada para elite di daerah sekitar awal dekade 2000. Mereka berteriak tentang pentingnya desentralisasi dalam membangun daerah. Mereka mengasumsikan, desentralisasi itu syarat utama untuk mewujudkan reformasi yang berhasrat besar membangun otonomi daerah. Otonomi daerah itu, konon, dibayangkan sebagai sebuah keadaan yang memposisikan pemerintah daerah sebagai pemegang kekuasaan atas berbagai dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di aras lokal.

Kotak Hitam Sejarah vs Sastra

Jones Gultom
Harian Analisa, 3 Des 2012

PASCA digelarnya Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF) 2012 akhir Oktober 2012 di Yogyakarta lalu, muncul diskursus menarik di kalangan sastrawan, sejarawan dan juga budayawan. Temanya memang bukan sesuatu yang baru, tetapi masih tetap menarik untuk didiskusikan. Bagaimana sejarah yang kemudian disebut Binhad Nurrohmat dan maupun Ahda Imran (Kompas 11 dan 18 November 2012) sebagai “kotak hitam”, dijadikan modal karya sastra.

Menelisik Eksistensi Sastrawan Wanita Sumatera Utara

M. Raudah Jambak
Harian Analisa, 22 Apr 2012

Ratman Suras gelisah! Itu yang terbersit di benak saya, ketika Omong-Omong Sastra di UISU Jalan Puri (Minggu, 15/04) lalu. Ratman mengatakan, untuk peta kepenyairan wanita di Sumatera Utara, masih sedikit kaum wanita yang menghiasi blantika sastra khususnya puisi. Jika dilihat dari antologi yang lahir, masih begitu minim para penyair wanita yang ikut andil di dalamnya. Sekilas mereka yang biasanya menghiasi blantika sastra khususnya puisi di Sumatera Utara, mungkin saja telah menemukan dunia lain yang dianggap lebih menjanjikan daripada dunia kepenyairan.

Napas Rakyat Kembali Hidup

Putu Fajar Arcana, Khaerul Anwar
Kompas, 16 Des 2012

PADA masyarakat ”tradisional”, seni selalu menjadi bagian integral dalam kehidupan. Bahkan tak jarang seni lahir sebagai momentum peringatan sebuah pencapaian peradaban di masa lalu. Oleh sebab itulah, seni selalu merupakan perayaan rasa syukur dan keberlimpahan berkah Semesta.

Sayembara Menulis Novel DKJ Tradisi “Pembaruan” Sastra yang Perlu Diteruskan

Doddy Hidayatullah
Suara Karya, 15 Des 2012

SAYEMBARA Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) merupakan salah satu program utama Komite Sastra yang diadakan dua tahun sekali. Dimulai sejak tahun 1974, program ini pernah mengalami masa vakum dan berganti nama menjadi Hadiah Buku Utama antara tahun 1983 sampai 1996.

Sastra Indie Bentuk Perlawanan Pada Hegemoni Penerbit Besar

R. Adhi Kusumaputra
Oase Kompas, 18 Des 2012

Sastra indie (independen) merupakan bentuk perlawanan atas hegemoni penerbit dan didasarkan semangat melawan arus.

Sastrawan Ibnu Wahyudi mengungkapkan hal ini dalam diskusi sastra indie di kampus Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Tangerang, Senin. Diskusi yang dipandu Adhi Kusumaputra ini menghadirkan juga sastrawan Binhad Nurrohmat dan dosen UMN R Masri Sareb Putra. Beberapa penyair Tangerang hadir antara lain Wowok Hesti Prabowo.

Sastra-Indonesia.com

Media Lamongan