Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2012

”Rumah Prosa” Indonesia

Asarpin
Sastra-indonesia.com

Pramoedya Ananta Toer, prosais terbesar yang pernah dimiliki Indonesia, cukup sering bicara soal rumah dan pulang dalam karya prosanya. Pram menempatkan rumah sebagai sejarah, rumah sejarah, sebagaimana ia menempatkan novelnya sebagai bagian dari ”novel sejarah” sekaligus ”filsafat sejarah”.

Perempuan Memuja Desain

Sartika Dian Nuraini
Suara Merdeka, 1 Sep 2010

DI masyarakat, perempuan harus terlihat seperti “perempuan”. Sejak lahir, bayi perempuan dihiasi aksesori dan dikenakan pakaian perempuan. Sampai dewasa, masih dalam perilaku berpakaian, mereka harus menyajikan diri sebagai pencinta konstruksi kefemininan.

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com