Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2011

Sosok HB Jassin

Budi Darma
http://www2.kompas.com/

HB JASSIN dan Chairil Anwar lahir pada saat yang tepat, karena itu saling ketergantungan antara mereka kemudian berhasil memberi warna indah dalam perkembangan sastra kita. Seandainya mereka tidak muncul bersama pada tahun 1940-an dan 1950-an, warna perkembangan sastra kita mungkin akan berbeda. Tahun 1940-an dan 1950-an adalah tahun-tahun menjelang kemerdekaan dan pascaperang kemerdekaan, sehingga, dengan demikian, peran letupan-letupan intuisi dalam seni, khususnya sastra, menjadi sangat menonjol.

Mengenai letupan-letupan intuisi, lihatlah misalnya sajak-sajak Chairil Anwar. Memang benar sajak-sajak Chairil Anwar menawarkan kontemplasi, dan tentunya juga lahir dari kontemplasi, namun, sebagai produk, sajak-sajak Chairil Anwar muncul sebagai intuisi-intuisi pendek, yang lahir berkat impuls-impuls yang kuat. Sajak-sajak Chairil Anwar, pada dasarnya, mirip dengan lukisan-lukisan Affandi, dan juga mirip dengan lirik lagu-lagu Ismail Marzuki, yaitu lukisan…

Adelbert von Chamisso (1781-1838)

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=420

NYANYIAN KANON
Adelbert von Chamisso

Itulah kesusahan dari zaman yang sulit!
Itulah zaman yang sulit dari kesusahan!
Itulah kesusahan yang sulit dari zaman!
Itulah zaman dari kesusahan yang sulit!

Adelbert von Chamisso (1781–1838), anak bangsawan Prancis yang melarikan diri ke Jerman setelah Revolusi Perancis (1789–1799). Tahun 1815 sampai 1818 mengelilingi dunia dalam rangka ekspedisi ilmiah, antaranya ke Indonesia. Memperkenalkan pantun Melayu pada khalayak ramai di Jerman. Penyair dan pengarang yang dipengaruhi aliran romantik ini, terkenal karena novel simbolnya “Peter Schlemihls wundersame Geschichte” (Cerita ajaib tentang Peter Schlemihls), menceritakan nasib seseorang yang kehilangan bayangannya. {dari buku “Malam Biru Di Berlin” 1989, terjemahan Berthold Damshäuser dan Ramadhan K.H.}.
***

Diriku ditarik menyambangi novelnya, meski belum pernah membacanya. Yakni kisah nasib seseorang, yang kehilangan bayangannya.

Lantas aku mengambil ben…

PUISI DI RAGANGAN BUIH

Suryanto Sastroatmodjo
http://sastra-indonesia.com/

1.
Tahun ini, seorang anak keponakan saya, Vivi Sudayeni memenangkan lomba Cipta Puisi di Sragen, dalam perayaan Memperingati 10 Nopember, di mana sebuah sanjak bernapaskan kepahlawanan berhasil diciptakannya dengan bagus sekali. Tahun sebelumnya, diamenjuarai lomba baca puisi. Sebenarnya, kalau hanya lomba baca puisi, saya tidak begitu puas. Kepuasan itu justru lahir karena melihatnya, bahwa diapun mampu menciptakan puisi-puisi yang merekam aneka pengalaman masa remajanya yang intens. Lebih daripada itu, di kabupaten yang kecil itu, belum banyak saingan yang memadai, diantara generasi muda. Maka, sungguh suatu kelebihan jikalau dirinya mencoba menggubah untaian sajak, dan ternyata dapat pula membawakannya di depan umum. Dalam soal lain semacam ini, barangkali bukan soal daya minat yang berkembang, bagi gadis-gadis di bawah usia 17 tahun, melainkan juga bagaimana dengan tendensi untuk menyaring dan mendulang butiran intan kata per-kata,…

Penyair-Penyair Lampung

Asarpin
http://asarpin.blogspot.com/

Prolog:
Negeri Penyair

Lampung sudah cukup lama dikenal memiliki lumbung sastra. Mungkin karena Lampung punya aksara sendiri, yaitu aksara Kaganga. Betapa banyak bentuk sastra yang tersebar dalam kelisanan masyarakat Lampung, baik di selatan, timur, barat, maupun di tengah. Lampung memiliki kekayaan subkultur yang beragam dan dianggap bisa menjawab berbagai tantangan zaman.

Kekayaan sastra lisan itu dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah dengan cara-cara damai dan beradab. Kehidupan masyarakat lokal yang mayoritas tinggal di pedesaan selalu dilandasi oleh nilai-nilai lokal dan berbagai subkultur yang menjadi ciri mereka dalam mengambil keputusan. Tapi sampai kini masih saja kita temukan para pemerhati perkembangan sastra di Lampung yang mengeluhkan miskinnya sastra yang mengangkat seni-budaya Lampung. Keluhan yang dilontarkan itu tampak semakin terjepit ke dalam situasi yang serius, yang menjelma semacam soliloque. Dan sebabnya tentu banya…

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com